Negara Bebas Prusia (bahasa Jerman:Freistaat Preußen), merupakan salah satu negara dalam Republik Weimar dan Jerman Nazi dari kurun 1918 sampai 1945 . Negara ini merupakan negara bagian terbesar dalam Republik Weimar, meliputi sekitar 5/8 (62,5%) bagian Jerman pada masa itu. Negara ini merupakan pengganti Kerajaan Prusia yang dibubarkan akibat Perang Dunia I.
Setelah Perang Dunia II, negara ini dihapuskan oleh sekutu yang menduduki Jerman, dan wilayahnya dipecah menjadi wilayah pendudukan sekutu, Polandia dan Uni Soviet.
Prusia memegang sebagian besar sumber daya perang Jerman Nazi selama Perang Dunia II berjalan termasuk mendonimasi angkatan bersenjata Wehrmacht dan paramiliter SS dan bahan baku logistik hingga perang berakhir serta target utama sekutu buat mengakhiri Jerman Nazi itu sendiri.
Selama periode antar perang 1918-1939, Prusia adalah basis terbesar SPD dan diperintah secara demokratis sebelum kudeta Kanselir Franz von Papen pada 1932 jadi pemerintahan mandiri tanpa kendali Republik Weimar lagi setelah meyakinkan Presiden Paul von Hindenburg untuk hapuskan pemerintahan federal.
Sekutu memutuskan bahwa Prusia harus mutlak ditiadakan demi memutus rantai nasionalisme ekstrim Jerman maka Polandia mengambil bagian Warmia-Masuria, Pomerania Timur, dan Silesia atas desakan Soviet yang juga turut ambil Königsberg yang kaya sumber daya dan strategis pelabuhan bebas es Baltik maka dengan ini eksistensi Prusia usai selamanya.
Kota Yang Hilang (Oder-Neisse) 1945
Jerman dipaksa kehilangan Warmia-Masuria, Pomerania Timur, dan Silesia serta Königsberg sebagai tanah kompensasi karena Uni Soviet merampas tanah Polandia Timur (Kresy) yakni Lwów,Nowogródek, Polesie, Stanisławów, Tarnopol, Wilno, Wołyń pasca 1945.
Kota yang hilang:
Königsberg → Kaliningrad (Ibu kota Prusia Timur)
Insterburg → Chernyakhovsk
Tilsit → Sovetsk
Gumbinnen → Gusev
Pillau → Baltiysk
Friedland → Pravdinsk
Breslau → Wrocław (Silesia)
Stettin → Szczecin (Pomerania)
Danzig → Gdańsk (Kota Bebas/Prusia Barat)
Posen → Poznań
Oppeln → Opole
Hindenburg → Zabrze
Gleiwitz → Gliwice
Liegnitz → Legnica
Elbing → Elbląg
Allenstein → Olsztyn
Landsberg an der Warthe → Gorzów Wielkopolski
Grünberg → Zielona Góra
Kolberg → Kołobrzeg
Stolp → Słupsk
Köslin → Koszalin
Beuthen → Bytom
Waldenburg → Wałbrzych
Schneidemühl → Piła
Marienburg → Malbork
Memel → Klaipeda
Eupen-Malmedy → Malmedy
Sekutu membuat garis perbatasan Jerman yang baru atas desakan Joseph Stalin untuk memastikan Jerman lemah dan Polandia akan selalu mengharapkan perlindungan UniSoviet dari kemungkinan pembalasanJerman suatu saat nanti walau kini Polandia dan Jerman berada di pihak yang sama di dalam aliansi NATO dan bersama jadi bagian besar dari UniEropa.
Dalam proses diterapkannya perbatasan ini terjadi Tragedi Deportasi Massal 12 juta Orang Jerman dari tanah mereka sendiri dipaksaberjalan kaki ribuan kilometer di musim dingin dan naik kereta tanpa jendela selama 1945-1950 diperkirakan menjadi Tragedi Manipulasi Demografi terbesar dalam sejarah umat manusia melampaui kejahatan Holokaus namun dunia menutup mata atas tragedi ini.
Ini menjelaskan bagaimana Prusia binasa sebagai konsekuensi perang dan sistemis yang direncanakan.
Referensi
12Beckmanns Welt-Lexikon und Welt-Atlas. Leipzig / Vienna: Verlagsanstalt Otto Beckmann. 1931.
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.