Ne Zha dirilis secara eksklusif di bioskop IMAX dan China Film Giant Screen di Tiongkok pada 13 Juli 2019,[6] diikuti oleh bioskop lainnya pada 26 Juli. Film ini adalah film animasi panjang pertama yang diproduksi di Tiongkok yang dirilis dalam format IMAX,[19] dan meskipun ini adalah debut penyutradaraan film panjang dari sutradaranya dan studio animasinya serta tidak memiliki aktor terkenal dalam daftar pengisi suara, film ini mendapatkan pujian dari para kritikus dan menjadi salah satu kesuksesan komersial terbesar dalam sejarah sinemaTiongkok, memecahkan rekor pendapatan box office, termasuk menjadi film animasi dengan pendapatan tertinggi di Tiongkok,[20] menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi di Tiongkok pada tahun 2019 (juga film animasi pertama yang mencapainya), juga merupakan film animasi non-Amerika dengan pendapatan tertinggi di dunia,[21] dan film berbahasa non-Inggris dengan pendapatan tertinggi kedua sepanjang sejarah. Dengan pendapatan kotor lebih dari $742 juta,[22] film ini menjadi film animasi dengan pendapatan kotor keempat tertinggi pada tahun tersebut dan film dengan pendapatan kotor kelima tertinggi sepanjang masa di Tiongkok.[23]
Film ini mulai dirilis di Amerika Utara pada 29 Agustus di bioskop IMAX 3D terpilih, sebelum dirilis secara nasional pada 6 September.[24] Film ini dipilih sebagai perwakilan Tiongkok untuk kategori Best International Feature Film di Academy Award ke-92,[25] menjadikannya sebagai film animasi pertama dari Tiongkok yang pernah melakukannya,[26] tetapi pada akhirnya tidak dinominasikan.
Sebuah Mutiara Kekacauan (Chaos Pearl), yang terlahir dari esensi primordial langit dan bumi, menyerap energi secara rakus dan bertumbuh menjadi tidak terkontrol. Sang Penguasa Surga yang agung Yuanshi Tianzun mengutus murid-muridnya, Taiyi Zhenren dan Shen Gongbao, untuk menaklukkan mutiara yang memiliki kesadaran tersebut. Karena kemampuannya menyerap energi, Taiyi dan Shen tidak mampu mengalahkannya. Yuanshi Tianzun turun tangan dan menggunakan Bunga Seroja Suci Tujuh Warna untuk memisahkan Mutiara Kekacauan menjadi dua komponen yang berlawanan: Mutiara Roh (灵珠; Spirit Pearl) dan Bola Iblis (魔丸; Demon Pill). Tianzun meletakkan kutukan surgawi pada Bola Iblis: dalam tiga tahun, ia akan dihancurkan oleh petir surgawi. Tianzun lalu memerintahkan Taiyi untuk membawa Mutiara Roh untuk bereinkarnasi sebagai anak ketiga Li Jing di kota Chentang Pass, yang akan diberi nama Ne Zha.
Dibutakan oleh rasa cemburu, Shen mencuri Mutiara Roh dan menyebabkan Lady Yin (istri Li Jing yang lagi hamil) melahirkan reinkarnasi dari Bola Iblis, Ne Zha. Taiyi awalnya hendak membunuh Ne Zha, tapi Li Jing dan Lady Yin melindunginya, kemudian meminta para penduduk desa untuk memberi kesempatan pada Ne Zha agar bisa terus hidup dengan berjanji akan menjauhkan Ne Zha dari para penduduk. Taiyi memberitahu mereka bahwa nasib Ne Zha telah ditentukan di mana dalam tiga tahun, kutukan surgawi yang diletakkan pada Bola Iblis akan membunuhnya. Li pergi ke Surga bersama Taiyi untuk memohon agar Ne Zha diselamatkan, tetapi diberitahu oleh Chang Shengyun si penjaga gerbang bahwa kutukan itu tidak dapat dihilangkan.
Sementara itu, Shen membawa Mutiara Roh yang dicurinya kepada Raja NagaLaut Timur. Raja Naga menyuntikkan Mutiara Roh ke dalam telurnya, melahirkan putra ketiganya, Ao Bing, yang diizinkan oleh Raja Naga untuk diangkat Shen sebagai muridnya. Naga-naga merasa kesal karena mereka dikurung di dasar laut sebagai tawanan Pengadilan Surgawi, dan berharap bahwa Ao Bing yang dilahirkan dari Mutiara Roh akan dianggap layak oleh Surga dan diizinkan untuk naik ke surga menjadi xian dan membebaskan mereka dari penderitaan.
Karena pandangan semua orang yang menganggapnya sebagai iblis, Ne Zha tumbuh menjadi anak yang sangat nakal dan sering menganggu para penduduk di Chentang Pass. Untuk menaklukkan sifat iblisnya dan membuatnya bahagia, orang tua Ne Zha berbohong pada Nezha, mengatakan bahwa dia dilahirkan dari Mutiara Roh dan ditakdirkan untuk menjadi pemburu iblis yang hebat. Ne Zha belajar di bawah bimbingan Taiyi dan memperoleh keterampilan hebat di dalam dunia dalam lukisan, tetapi tetap tidak diizinkan untuk berburu iblis. Karena merasa tidak sabar, Ne Zha melarikan diri dari dunia lukisan untuk berburu iblis secara mandiri. Saat mengejar yaksha yang mencoba memakan seorang gadis kecil, Ne Zha membakar habis sebuah desa nelayan dan terus mengejarnya sampai ke pantai. Saat yaksha tersebut hampir lolos di laut, Ao Bing muncul membekukan laut, mengalahkan yaksha dan menyelamatkan gadis kecil tersebut. Ne Zha yang tidak ingin prestasi menaklukan iblisnya direbut, bertempur melawan Ao Bing. Karena lengah dengan kemampuan Yaksha yang bisa membuat gelembung beracun, Ao Bing menjadi batu sampai akhirnya diselamatkan oleh Ne Zha. Ne Zha dan Ao Bing pun akhirnya berteman. Namun, tindakan Ne Zha tersebut disalahartikan oleh para penduduk desa yang membuatnya menyerang penduduk desa, melukai banyak di antaranya. Orang tua Ne Zha dan Tai Yi datang untuk menghentikannya. Setelah Li mengetahui bahwa semuanya hanyalah kesalahpahaman, dia berencana membuktikan ketidakbersalahan Ne Zha di pesta ulang tahunnya yang akan datang.
Sepuluh hari kemudian, keluarga Li mengadakan pesta ulang tahun mewah untuk putra mereka, mengundang warga desa untuk hadir. Shen mengunjungi Ne Zha sebelum pesta dan mengungkapkan kebenaran bahwa Ne Zha sebenarnya adalah keturunan dari Bola Iblis. Marah karena merasa dibohongi orang tuanya, Ne Zha melepaskan lingkaran di lehernya, berubah menjadi bentuk iblis sejatinya dan hampir membunuh ayahnya hingga Ao Bing campur tangan sehingga Taiyi berhasil memasangkan lingkaran pengendali kembali padanya. Merasa dikhianati, Ne Zha pergi karena merasa kesal dengan takdirnya.
Sambil mengucapkan terima kasih kepada Ao Bing, Li membongkar identitasnya yang merupakan keturunan naga sekaligus reinkarnasi dari Mutiara Roh. Mengetahui bahwa jika hal ini terungkap dan diketahui Penguasa Surga, seluruh ras naga tidak akan selamat, Ao Bing bertindak dengan menciptakan lembaran es raksasa di atas kota, bermaksud untuk mengubur kota dan melenyapkan semua penduduk yang menjadi saksi. Sementara itu, Ne Zha yang kabur ke sebuah hutan mengetahui sebuah fakta masa lalu yang diungkap oleh babi yang menjadi roda apinya. Pada saat Ne Zha baru lahir, ayahnya pergi ke gerbang Surga dan menerima sebuah mantra yang memungkinkan ia menukar nyawanya dengan nyawa Ne Zha. Tergerak oleh pengorbanan ayahnya, Ne Zha kembali ke desa untuk menghentikan Ao Bing. Dengan melepaskan bentuk iblisnya sepenuhnya yang masih bisa dikendalikan, Ne Zha mengalahkan Ao Bing, tetapi ia mengampuni nyawanya karena Ao Bing baginya tetap adalah satu-satunya temannya.
Ketika petir surgawi mulai menghantam, Ne Zha menyerah pada nasibnya tetapi secara tak terduga Ao Bing bergabung dengannya menerima hukuman langit tersebut. Dengan saling menggenggam tangan, mereka melepaskan kemampuan Mutiara Kekacauan untuk menyerap energi. Tubuh mortal mereka tidak dapat menahan energi dari serangan tersebut dan hancur, tetapi dengan bantuan Taiyi, mereka tetap bertahan dalam bentuk roh.
Dalam tayangan tengah kredit, Raja Naga bersumpah akan membalas dendam kepada warga Chentang Pass atas apa yang terjadi pada Ao Bing. Tiga Raja Naga lainnya dari Empat Lautan muncul dan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat kesepakatan dengannya. Sementara itu, di lokasi yang tidak diketahui, cuplikan film Jiang Ziya diperkenalkan.
Pengisi suara
Mandarin
Lü Yanting sebagai Nezha kecil, reinkarnasi dari Bola Iblis, anak Li Jing dan Lady Yin.
Joseph Cao (囧森瑟夫) sebagai Nezha remaja
Han Mo sebagai Ao Bing, reinkarnasi dari Mutiara Roh, putra ketiga Raja Naga
Chen Hao sebagai Li Jing, ayah Nezha dan kepala suku yang menguasai Chentang Pass. Dia menjadi ayah yang mulia yang rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan putranya Nezha.
Lü Qi sebagai Lady Yin, ibu Nezha dan kepala suku yang juga menguasai Chentang Pass.
Zhang Jiaming sebagai Taiyi Zhenren, guru Nezha, seorang abadi Tao yang tinggal di Kunlun.
Yang Wei sebagai Shen Gongbao, saudara Taiyi dan guru Ao Bing.
Film ini mengisahkan asal-usul mitologis Nezha, dewa pelindung dalam agama rakyat Tiongkok, dan ceritanya secara lepas didasarkan pada versi sastra mitologi yang membentuk dua bab dari Investiture of the Gods, novel shenmoDinasti Ming yang secara tradisional dikaitkan dengan Xu Zhonglin, yang menggabungkan berbagai mitos yang ada ke dalam narasi yang lebih luas.[28]
Kisah ini telah diadaptasi ke layar lebar berkali-kali sebelumnya, setidaknya sejak tahun 1927 atau 1928,[29] baik secara lepas (seperti dalam film animasi tradisional tahun 1979 Nezha Conquers the Dragon King) maupun sebagai bagian dari adaptasi keseluruhan Investiture of the Gods (seperti film live-action tahun 2016 League of Gods).
Selain itu, desain karakter film ini menarik perhatian para ahli. Misalnya, Ne Zha sebagai karakter utama digambarkan sebagai sosok yang jelek, berbeda dengan penampilannya dalam mitos. Dalam Ne Zha (2019), ia digambarkan sebagai anak setan yang jelek, pendiam, dan bersifat merusak, sehingga semua orang takut padanya.[30] Desain karakter ini, menurut Wang, memang disengaja. Di satu sisi, hal ini menciptakan kontras antara karakter sebelum dan setelah kebangkitan, yang terjadi di akhir cerita; di sisi lain, hal ini menciptakan panggung bagi penonton untuk bersimpati padanya saat mereka memasuki apa yang ada di dalam batinnya.[31] Salah satu bagian yang menantang dari desain karakter yang disengaja ini adalah sulit bagi penonton untuk menerima dia sebagai protagonis heroik, dengan kata lain, sulit bagi mereka “untuk mengidentifikasi diri dengan karakter yang jelek ini”.[32] Namun, kesulitan ini diatasi melalui penggambaran hal-hal yang baik dari dirinya, yaitu meskipun dengan penampilan luarnya yang jelek, karakter dalam dirinya sebenarnya tetap cantik, meskipun hal ini membutuhkan banyak keterampilan.
Selain itu, seorang ahli lain, Zhuying Li (2024), berargumen bahwa Ne Zha (2019) berbeda dari versi-versi adaptasi Nezha sebelumnya, seperti kalau dibandingkan dengan versi tahun 1979, yang “berciri khas nasional”. Film ini didasarkan pada mitos kuno dan cerita nasional Tiongkok modern, serta interpretasi modern dari filsafat Taois. Gaya ini menggabungkan teknik ilmiah dan sinematik modern dengan nilai-nilai Taois seperti memperbaiki diri dan melawan takdir. Menurut Li, perpaduan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Tiongkok di dalam negeri, tetapi juga memungkinkan Tiongkok menyebarkan kekuatan lunaknya ke seluruh dunia dengan mengubah mitos menjadi cerita modern.[33]
Pra-produksi
Sutradara Jiaozi menghabiskan total dua tahun untuk menulis naskah film, dan proses produksi film ini memakan waktu tiga tahun.[34][35]
Produksi animasi
Film ini memiliki lebih dari 1.318 adegan efek khusus, dan lebih dari 20 studio efek khusus Tiongkok, yang mempekerjakan lebih dari 1.600 orang, bekerja sama untuk mewujudkan setting dongeng film ini, yaitu Istana Raja Naga yang misterius, dan pertarungan kompleks antara api dan air. Satu adegan saja membutuhkan waktu dua bulan untuk menyelesaikannya.[34][36]
Penayangan
Domestik
Perusahaan produksi eksekutif dan distributor Beijing Enlight Pictures[4] menayangankan perdana Ne Zha pada 11 Juli 2019 di Beijing, diikuti dengan penayangan ulang pada 12 Juli.[5] Film ini dirilis secara terbatas di bioskop IMAX dan bioskop China Film Giant Screen yang berformat layar besar premium pada 13 Juli,[6] dan dirilis secara nasional pada 26 Juli.[3][37]
Internasional
Film ini dirilis di bioskop di wilayah berbahasa Inggris dalam bahasa Mandarin dengan subtitle Inggris pada akhir Agustus dan awal September 2019.
Film ini dirilis di Australia pada 23 Agustus dan di Selandia Baru pada 29 Agustus, didistribusikan oleh CMC Pictures.[38] Film ini dirilis di Amerika Serikat dan Kanada di bioskop IMAX3D terpilih pada 29 Agustus, diikuti oleh bioskop lain pada 6 September, didistribusikan oleh Well Go USA Entertainment.[14][21][24] Film ini dirilis di Inggris dan Irlandia, termasuk di bioskop IMAX 3D terpilih, pada 30 Agustus, didistribusikan oleh CMC Pictures bekerja sama dengan Cine Asia.[7][39][40]
Sekuel
Dikonfirmasi bahwa Ne Zha akan menjadi film pertama dalam semesta sinematik yang diadaptasi dari Investiture of the Gods. Film kedua, Jiang Ziya, direncanakan rilis pada 25 Januari 2020 di China,[41] tetapi akibat pandemi COVID-19, semua rilis film selama Tahun Baru Imlek dibatalkan. Film tersebut akhirnya dirilis pada 1 Oktober 2020, yang bertepatan dengan Hari NasionalTiongkok, baik di China dan Amerika Serikat.[42]
Sekuel langsung dari film ini, Ne Zha 2, dirilis pada 29 Januari 2025.[43][44]
↑The name is romanized as Ne Zha on the film's title card but as "Nezha" in the official English subtitles when referring to the character, and also on the U.S. poster and in the U.S. trailer.