Naskah spekulatif, yang juga dikenal sebagai skenario spekulatif, adalah naskah skenario yang tidak dipesan dan tidak diminta. Biasanya ditulis oleh seorang penulis skenario yang berharap naskahnya dipilih dan akhirnya dibeli oleh seorang produser, perusahaan produksi, atau studio.
Naskah spesifikasi berbeda dari naskah syuting atau naskah produksi karena lebih fokus pada cerita itu sendiri, sementara fokus pada sinematografi dan aspek penyutradaraan lainnya jarang, atau bahkan tidak pernah digunakan. Petunjuk videografis dan teknis sering ditambahkan pada draf-draf berikutnya. Tujuan utama naskah spekulatif, yang juga disebut naskah penjualan, adalah untuk menampilkan kemampuan seorang penulis naskah dalam menceritakan cerita melalui aksi dan dialog.[2]
Naskah spekulatif sering ditulis oleh penulis naskah yang belum dikenal yang ingin membuktikan kemampuan bercerita mereka dan membangun nama di industri film.