Oral (Revia):[1] • Naltrekson: 4 jam • 6β-Naltreksol: 13 jam Oral (Contrave):[2] • Naltrekson: 5 jam IM (Vivitrol):[3] • Naltrekson: 5–10 hari • 6β-Naltreksol: 5–10 hari
Naltrekson adalah obat yang digunakan untuk mengatasi individu yang mengalami ketergantungan alkohol ataupun opioid.[7] Untuk penggunaan obat ini pada individu ketergantungan obat golongan opioid direkomendasikan untuk melakukan detoksifikasi.[7] Rute pemberian obat ini melalui oral dan melalui penyuntikan intraotot.[7] Efek terapi membutuhkan waktu 30 menit.[7]
Kejadian efek samping yang mungkin bisa muncul yakni insomnia, cemas, Mual, dan juga sakit kepala.[7] Pada individu yang masih menggunakan obat-obatan opioid, bisa mengalami sindrom penghentian opioid.[7] Untuk penderita gagal hati tidak direkomendasikan untuk menggunakan obat ini.[7] Penggunaan untuk wanita hamil masih belum diketahui tingkat keamanannya.[7][10] Naltrekson merupakan golongan antagonis opioid dan memiliki mekanisme kerja dengan cara memblokir efek opioid, baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh.[7]
1234Gonzalez, JP; Brogden, RN (Maret 1988). "Naltrexone. A review of its pharmacodynamic and pharmacokinetic properties and therapeutic efficacy in the management of opioid dependence". Drugs. 35 (3): 192–213. doi:10.2165/00003495-198835030-00002. PMID2836152.
↑Lee, MW; Fujioka, K (Agustus 2009). "Naltrexone for the treatment of obesity: review and update". Expert opinion on pharmacotherapy. 10 (11): 1841–5. doi:10.1517/14656560903048959. PMID19537999.
↑Tran TH, Griffin BL, Stone RH, Vest KM, Todd TJ (July 2017). "Methadone, Buprenorphine, and Naltrexone for the Treatment of Opioid Use Disorder in Pregnant Women". Pharmacotherapy. 37 (7): 824–839. doi:10.1002/phar.1958. PMID28543191.