Latar belakang sang ayah, Fuad Al-Musawa, sebagai salah satu tokoh BanserNU zaman itu, serta salah satu dosen di IAIN Cipanas, membuat dirinya sangat dekat dengan berbagai tokoh agama maupun politik. Selain itu, keluarga besar Al Musawa dikenal sangat fanatik dengan partai islam saat itu, yaitu partai Kabah. Keterlibatan sang keluarga, membuat Nabiel kecil mengenal dunia politik lebih awal dibandingkan teman-temannya. Sikap ayahnya yang dikenal kritis dalam melihat berbagai persoalan kehidupan menular ke Nabiel, sikap kritis dan peka dalam melihat persoalan masyarakat menjadi bagian dari Nabiel. Bahkan ketika kecil dirinya bersama dengan sang ayah selalu membicarakan persoalan tentang negara dan situasi politik saat itu.
Awal mula Habib Nabiel terjun ke dunia politik berawal sejak dia memasuki bangku kuliah. Saat itu ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi diantaranya HMI dan ROHIS. Dia mengaku dirinya belajar berorganisasi, berpolitik dan kaitannya dengan islam bermula dari keterlibatannya di HMI dan ROHIS, karena di HMI dan ROHIS, dia selalu mendapatkan pemikiran-pemikiran tentang Islam yang berkaitan dengan politik. Selama di Partai Keadilan dirinya aktif di Biro Luar Negeri dan Kaderisasi. Selama aktif di Partai, Nabiel aktif berkeliling ke berbagai daerah bertugas melakukan kaderisasi PKS. Selama melakukan tugas kaderisasi tetap mengikuti perkembangan binaannya. Bahkan kepada salah seorang Bupati yang di dukung PKS, Habib masih memberikan perhatiannya dan menitipkan persoalan-persoalan krusial di masyarakat kepadanya agar segera diselesaikan.
Majelis Syuro di (Majelis Rasulullah), dan alhamdulillah Majelis tersebut saat ini sudah memiliki cabang di 11 propinsi dan 5 negara [Singapore, Malaysia, Australia, Hongkong, Marocco]