Museum Sastra Indonesia adalah sebuah museum yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Museum ini didirikan sebagai institusi budaya yang didedikasikan untuk mendokumentasikan dan memperkenalkan perkembangan sastra Indonesia dari masa ke masa. Museum ini menyimpan beragam benda bersejarah, termasuk mesin tik dan mesin cetak tempo dulu, kacamata, serta barang-barang pribadi milik sastrawan ternama. Selain itu, ruang-ruang pamerannya dihiasi oleh puluhan lukisan wajah para sastrawan dari berbagai generasi, yang berfungsi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap pertumbuhan dan kekayaan sastra Indonesia.[2]
Sejarah
Museum Sastra Indonesia ini merupakan bentuk perluasan fungsi dari Rumah Puisi milik sastrawan Taufik Ismail yang sebelumnya telah berdiri sejak 19 Desember 2008.[2][3]
Dalam pengembangannya, Rumah Puisi bersanding dengan Rumah Budaya yang didirikan oleh Fadli Zon, keponakan Taufiq, di lokasi yang berdekatan. Kolaborasi keduanya mendorong terciptanya Museum Sastra Indonesia sebagai wadah yang lebih luas untuk pelestarian dan pemajuan sastra nasional. Gagasan transformasi tersebut didukung penuh oleh Taufiq Ismail, yang menilai kehadiran museum ini penting sebagai sumber inspirasi dan pendidikan bagi generasi mendatang. Dukungan serupa disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang berharap keberadaan Museum Sastra Indonesia dapat mendorong lahirnya lembaga serupa di berbagai daerah lainnya.[3]
Museum ini diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc, pada 30 Oktober 2024.[4][5] Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, beserta sejumlah tokoh sastra dan budaya terkemuka. Di antara tamu undangan lainnya terdapat penyair senior Taufiq Ismail, seniman teater Jose Rizal Manua, serta Rektor Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Febri Yulika.[6] Peresmian museum ini merupakan bentuk penghormatan atas kontribusi Taufiq Ismail dalam perkembangan sastra di Indonesia serta upaya untuk melestarikan sejarah sastra nasional melalui berbagai koleksi benda dan karya sastra bernilai tinggi.[4]
Koleksi
Museum menyimpan lebih dari 8.000 judul buku, selain itu berbagai peninggalan bersejarah milik sastrawan Indonesia, antara lain naskah asli, kacamata, mesin tik, dan karya seni rupa klasik, turut menjadi bagian dari koleksi museum.[6]