Museum Kota Makassar berada di provinsi Sulawesi Selatan yang didirikan oleh/atas ide wali kota Makassar Drs. HB. Amiruddin Maula, S.H., M.Si pada masa awal-awal menjabat. Museum beralamat di Jl. Balai kota No. 11 A. 90111 Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kabupaten Makassar,[1] Telp/Faks: 0411-335230. [2]
Sejarah
Museum Kota Makassar belrlokasi pada bekas gedung yang sebelumnya menjadi balai kota bagi Kota Makassar dan terletak di tengah Kota Makassar.[3] Gedung yang dipakai merupakan bangunan yang telah dibangun sejak tahun 1916.[4] Pembangunannya selama masa Hindia Belanda yang dulunya merupakan kantor bagi Wali Kota Makassar,[2]
Museum kota Makassar diresmikan pada tanggal 7 Juni 2000 dengan maksud untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai identitas dan sejarah kota Makassar serta budaya penduduk Makassar yang pluralistic.[2]
Koleksi
Talang Naga Melingkar dan Talang Berkaki
Beberapa koleksi museum kota Makassar yaitu adalah peta bumi yang dibuat untuk kelancaran misi perdagangan dan politik di Indonesia pada masa silam.[2] Koleksi lainnya adalah patung yang menampilkan sosok Ratu Wilhelmina.[5] Selain itu terdapat pula relief yang menampilkan sosok Ratu Yuliana.[6] Museum Kota Makassar juga mengoleksi foto reproduksi naskah, foto-foto peristiwa serta bangunan bersejarah, peralatan sehari-hari dan mata uang.[2] Selain koleksi objek historis, museum ini juga memamerkan objek arkeologi, keramologika, dan numismatika. Pada museum ini juga terdapat fasilitas auditorium dan ruang audio visual.[7]
Diketahui ada 720 koleksi yang ada di museum ini.[8] Museum Kota Makassar terletak di Jalan Balai Kota Nomor 11.[9] Lokasinya masuk dalam wilayah Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Jenisnya macam-macam. Jika diklasifikan, ada sembilan jenis:[8]
Etnografika (203 buah)
Arkeologika (101 buah)
Historika (230 buah)
Numismatika atau heraldika (102 buah)
Keramika (53 buah)
Teknologika (satu buah)
Seni Rupa (24 buah)
Naskah (dua buah)
Prasasti (empat buah)
Ceret, kaolin Jepang Abad Ke- 18
Waktu Berkunjung
Museum Kota Makassar
Mengenai waktu operasional Museum tetap sama yaitu pukul 09.00 - 15.30. Buka Senin - Minggu [8] dan libur nasional museum tutup.[2]
Arsitektur
Museum Kota Makassar Tampak Dari Depan
Gaya arsitektur pada bangunan Museum kota Makassar adalah gaya arsitektur Neoklasik yang menggabungkan antara gaya arsitektur Renaisans dan arsitektur Gotik.[10] Penggabungan gaya arsitektur ini ditandai dengan nuansa dinding yang monoton, pilaster-pilaster dengan jarak yang sama, dan adanya jendela melengkung atau hiasan pada kepala pilaster.
Pada museum kota Makassar, bangunannya dibedakan menjadi gedung utama yang terletak di bagian depan, dan gedung pendukung yang berada di belakang. Bangunan museum kota Makassar dikeliling oleh halaman atau taman pada bagian depan, samping maupun belakang gedung seperti dengan penerapan konsep tata letak Garden city.[11] Bentuk penerapan lainnya dapat dilihat dari ukuran pintu, jendela dan ventilasi yang cenderung lebar, serta letak plafon yang lebih dari empat meter, sehingga memungkinkan sirkulasi di dalam bangunan yang lebih maksimal[12]
Transportasi
Museum Kota Makassar dapat diakses dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin dengan jarak tempuh sejauh 20,8 km.[13] sementara dari Pelabuhan Laut Soekarno Hatta ke museum 1km. Dan dari Terminal Bus Daya Makassar ke museum 3.[2]
1234567Direktori Museum Indonesia(PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan,Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. 2012. hlm.592. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)