Museum Arkeologi Nasional (bahasa Yunani:Εθνικό Αρχαιολογικό Μουσείοcode: el is deprecated ) di kota Athena memiliki beberapa artefak terpenting dari berbagai tempat arkeologis di seluruh Yunani mulai dari masa prasejarah sampai antikuitas akhir. Museum ini dianggap sebagai salah satu museum terbaik di dunia dan memiliki koleksi artefak Yunani kuno terbanyak.[1] Museum ini terletak di area Exarhia di Athena tengah antara Jalan Epiros, Jalan Bouboulinas dan Jalan Tositsas. Pintu masuknya ada di Jalan Patission yang berdekatan dengan bangunan bersejarah Politeknik Athena.
Sejarah
Museum arkeologi nasional pertama di Yunani didirikan oleh Gubernur Yunani Ioannis Kapodistrias di Aigina pada tahun 1829. Setelah itu, koleksi arkeologi dipindahkan ke sejumlah tempat pameran hingga tahun 1858, ketika sebuah kompetisi arsitektur internasional diumumkan untuk lokasi dan desain arsitektur museum yang baru. [2]
Selama Perang Dunia II, museum ini ditutup dan barang antik disegel dalam kotak pelindung khusus dan dikubur, untuk menghindari kehancuran dan penjarahan. Pada tahun 1945, pameran kembali dipamerkan di bawah arahan Christos Karouzos dan Semni Karouzou. Sayap selatan museum ini menjadi tempat bagi Museum Epigrafi dengan koleksi prasasti terkaya di dunia. Museum prasasti diperluas antara tahun 1953 dan 1960 dengan desain arsitektur Patroklos Karantinos.[3]
Pada tahun 2023, pemerintah Yunani menyetujui rencana perluasan bawah tanah seluas 20.000 meter persegi untuk museum ini. Perluasan ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2028 dan juga akan dilengkapi dengan taman di puncak gedung.[4]
Bangunan
Museum ini memiliki desain neo-klasik yang mengesankan yang sangat populer di Eropa pada saat itu dan sesuai dengan artefak gaya klasik yang ditampungnya.[2] Rencana awal disusun oleh arsitek Ludwig Lange dan kemudian dimodifikasi oleh Panagis Kalkos yang merupakan arsitek utama, Armodios Vlachos dan Ernst Ziller. Di bagian depan museum terdapat taman besar berdesain neo-klasik yang dihiasi dengan patung-patung.[2]
Perluasan dan renovasi
Bangunan museum ini telah mengalami berbagai perluasan sepanjang sejarahnya. Salah satu penambahan paling signifikan adalah pembangunan sayap timur baru pada awal abad ke-20 berdasarkan rancangan Anastasios Metaxas, serta pembangunan gedung dua lantai yang dirancang oleh George Nomikos pada periode 1932–1939.[2] Perluasan tersebut dilakukan untuk menampung koleksi artefak yang berkembang dengan sangat pesat.
Renovasi terbaru museum memakan waktu lebih dari satu setengah tahun, yang mengharuskan museum ditutup sepenuhnya selama proses berlangsung. Museum kemudian dibuka kembali pada Juli 2004 menjelang Olimpiade Athena, dengan berbagai peningkatan pada aspek estetika dan teknis bangunan. Pembaruan tersebut mencakup pemasangan sistem pendingin udara modern, penataan ulang koleksi museum, serta perbaikan kerusakan akibat gempa bumi tahun 1999. Pada tahun 2005, ruang pamer lukisan dinding Minoa mulai dibuka untuk umum.[5]
Selanjutnya, pada Mei 2008, Menteri Kebudayaan Yunani, Mihalis Liapis, meresmikan pembukaan koleksi barang antik Mesir serta koleksi milik Eleni dan Antonis Stathatos yang telah lama dinantikan.[6]
Pada tahun 2020, kembali muncul pembahasan mengenai kebutuhan perluasan museum ke area di sekitarnya. Rencana baru kemudian diajukan berupa pembangunan area tambahan bawah tanah di bagian depan museum.[6] Kemudian, pada tahun 2023, pemerintah Yunani menyetujui proyek perluasan bawah tanah seluas 20.000 meter persegi. Proyek ini diperkirakan selesai pada tahun 2028 dan akan dilengkapi dengan taman atap sebagai bagian dari pengembangannya.[7]
↑Newsroom (2001-11-22). "Armed forces day | eKathimerini.com". www.ekathimerini.com (dalam bahasa English). Diakses tanggal 2026-05-19.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)