Museum ini awalnya didasarkan terutama pada penemuan terobosan oleh Andersson di Tiongkok selama dasawarsa 1920-an, dari prasejarah Asia Timur yang sampai sekarang tidak diketahui. Museum hari ini memiliki banyak koleksi dari Jepang, Korea, India, dan tentunya Tiongkok. Museum ini juga memiliki perpustakaan penelitian besar yang terbuka untuk umum. Terakhir kali museum menerbitkan katalog lengkap pada tahun 1963.[3] Museum ini juga menerbitkan jurnal tahunan yang berfokus pada penelitian tentang Asia Timur kuno.[4]