Foto yang diambil saat Mukhlas, Imam Samudra, dan Amrozi shalat berjamaah untuk terakhir kalinya pada tanggal 1 Oktober 2008 sebelum di eksekusi mati pada tanggal 9 November 2008
Dibandingkan Imam Samudra dan saudaranya, Amrozi, mungkin Mukhlas yang memiliki pengalaman lebih di dalam jaringan teroris. Konon dia pernah bertemu langsung dengan pimpinan Al-Qaeda, Usamah bin Ladin pada tahun 1987.
Setelah lulus dari Al Mu'min, Mukhlas pergi ke luar negeri untuk mengikuti perang di Afganistan. Kemudian, dia bersama pasukan Afganistan berperang melawan tentara Uni Soviet dari tahun 1980-1989, sebagai anggota pasukan brigade internasional Usamah bin Ladin.
Setelah berhasil mengalahkan Uni Soviet, pemerintahan Afganistan pun diambil alih oleh Taliban. Mukhlas juga kembali ke Asia Tenggara untuk menghubungkan operasi Jemaah Islamiyah.
Kemudian pada tahun 1991, atas perintah Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir, Mukhlas mendirikan Pondok Pesantren Lukmanul Hakim yang ajarannya sama dengan Pondok Pesantren Al Mu'min. Dikabarkan, Noordin Mohammad Top pernah menjadi kepala sekolah di pesantren ini. Dari pesantren inilah dia merekrut Muhammad Rais dan yang lainnya untuk meledakkan Hotel JW Marriott, sedangkan Azahari Husin bertindak sebagai direktur dewan pengurus pesantren ini.