Muhammad menjabat sebagai gubernur Yaman pada waktu yang tidak diketahui selama masa kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan. Ia tetap menjabat hingga meninggal pada masa kekhalifahan al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 710.[5][6] Muhammad dikenal memiliki sifat zalim. Diriwayatkan bahwa ia pernah mengumpulkan para penderita kusta di Sana'a untuk dibakar, tetapi ia meninggal sebelum melaksanakan rencananya tersebut.[2]Umar bin Abdul Aziz pernah berkata pada masa kekhalifahan al-Walid:[6]
Al-Walid menguasai Syam, al-Hajjaj menguasai Irak, saudaranya Muhammad bin Yusuf menguasai Yaman, Utsman bin Hayyan menguasai Hijaz, dan Qurrah bin Syarik menguasai Mesir. Demi Allah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman!
Muhammad meninggalkan beberapa anak, di antaranya Mush'ab, Umar, Marwan, Yusuf, dan Ummul Hajjaj.[5] Ummul Hajjaj merupakan istri Khalifah Yazid bin Abdul Malik dan ibu dari al-Walid bin Yazid yang kemudian menjadi khalifah.[7] Marwan pernah menjabat sebagai gubernur Yaman pada masa kekhalifahan al-Walid bin Yazid,[4] sementara Yusuf diangkat oleh al-Walid sebagai gubernurMadinah, Makkah, dan Tha'if.[8]
12(Arab)Dr. Abdel Salam al-Termanini, "Peristiwa sejarah Islam dalam urutan tahun (أحداث التاريخ الإسلامي بترتيب السنين): Bagian Pertama dari tahun 1 H sampai tahun 250 H", jilid pertama (dari tahun 1 H sampai tahun 131 H), Dar Thalas, Damaskus.