Muara Tawi adalah salah satu desa di wilayah kecamatanJarai, kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Pada sekitar tahun 1923 Masehi, penduduk pertama Desa Muara Tawi berasal dari daerah Bangke Tengah Padang, yakni tiga Jungku Jurai: Sikap, Balas, dan Meskay. Ketiga Jungku Jurai tersebut pindah dari daerah Bangke Tengah Padang ke suatu tempat pemukiman yang baru. Tempat pemukiman baru ini merupakan tempat bermuaranya Air Suban dan tempat dimakamkannya Puyang Palembang yang bernama Tawi. Seiring berjalannya waktu, dari situlah muncul ide atau gagasan untuk memberikan nama tempat permukiman baru tersebut dengan nama Desa Muara Tawi
Pada lebih kurang 1923M. Penduduk pertama desa muara tawi berasal dari daerah Bangkhe Tengah Padang yakni 3 Jungku Jurai SIKAP, BALAS dan MESKAT Ketiga Jungku Jurai pindah dari daerah Bangkhe Tengah Padang ke suatu tempat pemukiman yang baru.
Tempat pemukiman baru ini merupakan tempat bermuaranya Air Suban dan tempat dimakamkanya Puyang Palembang yang bernama Tawi.
Seiring berjalannya waktu dari situlah
ide/gagasan bermulanya pemberian nama tempat permukiman yang baru tersebut diberi dengan nama desa Muara Tawi.
Pemerintahan
Kepala Desa
1983-1991: H.Syarif
1991-1992: Sabidin
1992-2003: Jahar
2003-2009: Romli
2009-2014: Azazi
2014-2019: Nilwan
2019-2020: Indri(Pjs)
Penduduk
Masyarakat desa Muara Tawi mayoritas sebagai Petani, Sumber penghasilan/pendapatan utama masyarakat adalah pertanian dan perkebunan yang berdominan pada Kopi, Kakao, Padi serta Lada. Penduduk Desa Muara Tawi selalu berkomitmen dan menggali Ekowisata daerah demi mewujudkan Ekonomi Kreatif sebagai Income masyarakat guna mengembangkan generasi penurus maupun pencetus untuk perubahan zaman Milenial Era revolusi 4.0 dan society 5.0.
Demografi
Masyarakat desa Muara tawi 100% memeluk agama Islam.
Letak dan Geografis
Desa Muara tawi berada pada ketinggian 700M dari permukaan laut dengan topografi relatif datar. Berbatasan dengan Desa Tertap dan Desa Aromantai.
Partisipasi Masyarakat
Masyarakat desa Muara Tawi sangat berpatisipasi baik di dalam subtansi pembangunan maupun dalam pemilihan legislatif, Presiden dan wakil presiden. Gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta dalam pemilihan kepala desa.