Setelah dilakukan penelitian, kemudian pemerintahdaerahTemanggung memutuskan untuk membangun monumen tepat di lokasi jatuhnya meteor tersebut yang diresmikan tanggal 18Februari2002.[1][3] Museum Rekor Indonesia ( MURI ) sendiri menempatkan monumen ini sebagai satu-satunya monumen tempat jatuhnya meteor di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.[3]
Kini setelah sekian lama tersimpan di IST Akprind Yogyakarta, pada hari Senin3Mei2010batu meteor dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung.[3] Adapun serah terima dilakukan oleh Ir. Sudarsono, MT kepada Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi.[3] Usai menyerahkan meteor tersebut, rombongan dari IST Akprind diantar Wakil Bupati Temanggung, Budiarto, mengunjungi monumen meteorit.[4]
Untuk sementara batu meteor tersebut disimpan di Kantor Bupati Temanggung, di komplekKantor Setda Temanggung.[3][5] Sebagai tindak lanjut, Dinas Kebudayaan dan Pariwitasa serta Dinas Pemuda dan Olahraga Temanggung akan menyusun rencana pemanfaatan meteorit tersebut untuk kepentingan wisata pendidikan.[4] Dari sinilah muncul gagasan untuk membangun planetarium mini dan diusahakan agar gedung tersebut dapat dibangun sesuai dengan prinsip-prinsip planetarium yang ada dan meteorit dapat diletakkan secara permanen di dalamnya.[4]