Desa mojotamping merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto yang mayoritas Masyarakat bermata pencaharian pertanian dan perajin genteng tanah, bata merah dll. dengan karakter masyarakat sesuai adat timur yang ramah dan sopan, beretika dan religius. Jumlah penduduk yang terus bertambah dari tahun ke tahun sehingga merupakan daerah yang berpenduduk sangat padat dengan tingkat pendidikan yang bervariasi mulai tamat SD sampai dengan Perguruan Tinggi, tingkat kesehatan masyarakat Desa Mojotamping relatif cukup baik karena ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai serta kesadaran masyarakat yang cukup tinggi tentang arti kesehatan. Jarak desa Mojotamping ke Kecamatan Bangsal yang relatif Agak jauh sehingga memengaruhi pola dan tingkah laku masyarakat.Desa Mojotamping terdiri dari 5 Dusun, yaitu Dusun Tamping, Dusun Mojoroto, Dusun Sumberpandan, Dusun Melaten dan Dusun Datengyang mempunyai adat dan cerita yang berbeda-beda.
Legenda / Asal-Usul Desa;
Berlatar kekalahan Mataram oleh VOC dalam Perang Jawa (1741–1743), Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC dalam perjanjian antara Pakubuwono II dan VOC pada tanggal 11 November1743, Pada tahun 1910 Keresidenan Surabaya oleh Hendrik Willem van Ravenswaay memprakarsai pembangunan pelabuhan (Hujung galuh) tanjung perak Surabaya serta sarana pendukung jalur Kereta api untuk membawa berbagai komoditas dagang menuju pelabuhan (Hujung galuh) Tanjung Perak Surabaya Jalur kereta api lintas Surabaya kemudian pada antara tahun 1910-1920 memerintahkan adipati adipati yang meliputi Gresik, Sidoarjo, Jombang ( pemekaran dari Kab. Mojokerto), dan Mojokerto RAA Kromodjoyo Adinegoro pada masa Pemerintahan Hindia Belanda untuk memperluas Daerah Pedesaan disepanjang jalur kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diantaranya Desa Bangsal, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto dengan adanya bukti sejarah kantor kecamatan dan pasar di desa tersebut. Pada masa penjajahan, Bangsal termasuk wilayah yang cukup ramai karena terdapat stasiun kereta api yang cukup besar yang menjadi percabangan jalur kereta ke Mojokerto dan Delanggu. Bekas stasiun sudah tidak bisa ditelusuri karena berubah menjadi pom bensin serta pertokoan kecil, tetapi wesel masuk kereta api masih bisa dijumpai di depan kantor Kecamatan Bangsal dan jalur kereta api masih ada tertimbun disamping jalan raya provinsi Lahirlah Desa Mojotamping yang bemula dari Dusun Tamping dan Dusun Mojoroto Kemudian hari disebut Desa Mojotamping dengan berjalan waktu meluaskan wilayah lagi Dusun Sumberpandan, Dusun Melaten dan Dusun Dateng. di pimpin oleh,