Mirtazapin, adalah obat golongan antidepresan yang digunakan untuk mengatasi depresi .[7][8] Efek terapi optimal diperlukan waktu empat minggu.[8][9] Mirtazapine digunakan untuk kondisi depresi yang dibarengi bersama kondisi kecemasan atau insomnia .[7] Mekanisme kerja mirip dengan antidepresan lainnya.[10] Obat ini digunakan secara oral .[8]
Kejadian efek samping obat yang kerap terjadi yakni peningkatan berat badan, mengantuk, dan muncul rasa pusing.[8] Efek samping yang parah pada obat ini seperti mania, rendahnya jumlah darah putih , dan meningkatkan rasa ingin bunuh diri jika digunakan anak-anak.[8] Gejala penarikan dapat muncul jika obat ini berhenti dikonsumsi.[11] Mirtazapine tidak direkomendasikan digunakan bersamaan dengan golongan obat inhibitor MAO .[8] Belum diketahui tingkat keamanan pada ibu hamil .[8] Belum diketahui mekanisme kerjanya secara jelas, tetapi diprediksi mekanisme pada obat ini berkaitan dengan pemblokiran reseptor adrenergik dan serotonin tertentu.[7][8] Secara senyawa kimia, mirtazapine ini adalah antidepresan tetrasiklik (TeCA).[8] obat ini juga memiliki efek lain yakni sebagai antihistamin yang kuat.[7][8]