Michał dipilih sebagai raja oleh bangsawan Polandia setelah pendahulunya, Jan II Kazimierz, mengundurkan diri. Ia terpilih salah satunya berkat jasa bapaknya, Pangeran Jeremi Wiśniowiecki, yang berhasil memadamkan pemberontakan Cossack di Polandia timur selama peristiwa pemberontakan Khmelnytsky. Namun, Michał hanya menjadi boneka Wangsa Habsburg. Maka dari itu, faksi Prancis mendekatkan diri dengan Jan Sobieski, seorang komandan militer yang sedang melejit kariernya. Percekcokan di antara kedua faksi ini mengakibatkan kekalahan Polandia dalam perang melawan pasukan gabungan Kesultanan Utsmaniyah dan Cossack, sehingga Polandia terpaksa menandatangani Perjanjian Buczacz pada tahun 1672 yang menyerahkan seluruh wilayah Ukraina yang diduduki Polandia kepada Kesultanan Utsmaniyah. Setelah kematian Michał pada usia yang relatif muda, penerusnya yang bernama Jan III Sobieski berhasil mengalahkan Utsmaniyah dalam Pertempuran Chocim pada tahun 1673 dan merebut kembali wilayah yang telah lepas.[3]
↑Lerski Historical Dictionary of Poland, 966–1945 1996 -p654 "In the seventeenth century, members of the family held the most important posts in the Polish-Lithuanian Commonwealth,* and Michal Korybut Wisniowiecki* was elected King of Poland"