Gampong Meunasah Kulam merupakan salah satu dari 40 gampong yang berada di Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Gampong ini termasuk dalam Kemukiman Kuta Makmur, dan berjarak sekitar 5 kilo meter dari pusat kecamatan. Luas wilayah Gampong Meunasah Kulam adalah sekitar 1,30 hektar, yang terbagi menjadi tiga dusun, yaitu Dusun Subur, Dusun Aman, dan Dusun Makmur. Dengan jumlah penduduk Gampong Meunasah Kulam mencapai 557 jiwa, terdiri atas 254 laki-laki dan 303 perempuan.
Mayoritas penduduk Gampong Meunasah Kulam bermata pencaharian sebagai petani, pedagang kecil, dan wiraswasta. Beberapa masyarakat juga bekerja di sektor jasa dan buruh harian di sekitar wilayah Kuta Makmur. Aktivitas ekonomi masyarakat sebagian besar bergantung pada hasil pertanian seperti padi, dan kelapa sawit. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran serta beternak ayam dan kambing sebagai tambahan penghasilan.
Gampong Meunasah Kulam dikenal sebagai permukiman yang rukun, damai, dan religius. Kehidupan sosial masyarakat sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai keislaman dan adat Aceh yang masih kuat. Kegiatan seperti pengajian rutin, gotong royong, dan musyawarah gampong menjadi bagian dari budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Secara historis, Gampong Meunasah Kulam dulunya merupakan pecahan dari Gampong Cot Kumbang, yang kemudian berkembang menjadi gampong mandiri seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas perdagangan masyarakat di kawasan tersebut. Nama “Meunasah Kulam” diambil dari keberadaan sebuah meunasah (surau) yang terletak di dekat sebuah kulam (kolam besar) yang menjadi pusat kegiatan masyarakat pada masa awal terbentuknya gampong. Seiring berjalannya waktu, daerah ini berkembang menjadi salah satu kawasan yang cukup ramai di Kemukiman Kuta Makmur karena letaknya yang strategis di jalur penghubung antar gampong.
Dahulu, Gampong Meunasah Kulam dikenal sebagai kawasan pertanian yang subur dengan hasil bumi yang melimpah. Jalan penghubung antargampong masih berupa tanah dan bebatuan, namun kini sudah mengalami perbaikan menjadi jalan aspal yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Kemajuan infrastruktur ini mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan serta pelayanan publik.[1]
Referensi
↑Ramadhan, Gestyan; Triandicki, Riki (26 September 2024). Kecamatan Kuta Makmur Dalam Angka 2024. Kabupaten Aceh Utara: BPS Kabupaten Aceh Utara. hlm.6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)