Meriam Raksasa TurkiMeriam Raksasa Turki yang digunakan pada masa Kesultanan Utsmaniyah.
Meriam Raksasa Turki atau meriam Dardanella (Sahi dalam bahasa Turki) atau yang diberi nama Meriam Orban adalah meriam dari Kekaisaran Ottoman yang digunakan selama penaklukkan kota Kontantinopel pada tahun 1453 M, Meriam ini dibuat oleh seorang ahli meriam dari Hungaria bernama Orban.
Panjang meriam ini adalah 8 meter dengan berat mencapai 16,8 ton dan berdiameter 750mm. Meriam ini mampu melemparkan peluru bola dari batu dengan diameter 63cm sampai sejauh 2km. Selama pengepungan kontantinopel meriam ini ditarik oleh 60 lembu dan 200 tentara Ottoman, meskipun begitu besar butuh waktu lama untuk mengisi ulang amunisinya (bisa tujuh kali tembakan sehari), akibatnya dalam waktu lama akhirnya dinding benteng kota Bizantium bisa berlubang. Pada 29 Mei 1453 Konstantinopel jatuh melalui gerbang suatu yang tidak dilindungi,
Pada tahun 1866 untuk meningkatkan hubungan bilateral Ottoman-Inggris, Sultan Abdul Aziz selaku Sultan Ottoman memberikan Meriam Raksasa Turki ke Ratu Victoria selama kunjungannya ke Inggris. Sekarang ini meriam ini berada di Museum Fort Nelson di Portsmouth Inggris.
Dardanelles Gun dibuat dari perunggu pada 1464 oleh Munir Ali dengan berat 16,8 t dan panjang 518cm, yang mampu menembakkan bola batu diameter 63cm (sekitar 25 inci). Ruang mesiu dan laras dihubungkan dengan cara mekanisme sekrup, memungkinkan transportasi lebih mudah dari perangkat berat.
Referensi
Ffoulkes, Charles, "The 'Dardanelles' Gun at the Tower", Antiquarian Journal, Vol. 10 (1930), pp.217–227
Schmidtchen, Volker (1977a), "Riesengeschütze des 15. Jahrhunderts. Technische Höchstleistungen ihrer Zeit", Technikgeschichte44 (2): 153–173 (153–157)
Schmidtchen, Volker (1977b), "Riesengeschütze des 15. Jahrhunderts. Technische Höchstleistungen ihrer Zeit", Technikgeschichte44 (3): 213–237 (226–228)