Program Merdeka Belajar terdiri atas sejumlah episode yang diuraikan dalam tabel berikut ini.
Episode
Nama
Peluncuran
1
Asesmen Nasional, USBN, RPP, dan PPDB
10 Desember 2019
2
Kampus Merdeka
24 Januari 2020
3
Penyaluran dan Penggunaan Dana BOS
10 Februari 2020
4
Program Organisasi Penggerak
2 Maret 2020
5
Guru Penggerak
3 Juli 2020
6
Transformasi Dana Pemerintah untuk Perguruan Tinggi
3 November 2020
7
Program Sekolah Penggerak
1 Februari 2021
8
SMK Pusat Keunggulan
17 Maret 2021
9
KIP Kuliah Merdeka
26 Maret 2021
10
Perluasan Program Beasiswa LPDP
26 Maret 2021
11
Kampus Merdeka Vokasi
25 Mei 2021
12
Sekolah Aman Berbelanja dengan SIPLah
26 Agustus 2021
13
Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesiana
3 September 2021
14
Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual
12 November 2021
15
Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka
11 Februari 2022
16
Akselerasi dan Peningkatan Pendanaan PAUD
15 Februari 2022
17
Revitalisasi Bahasa Daerah
22 Februari 2022
18
Merdeka Berbudaya dengan Dana Indonesiana
23 Maret 2022
19
Rapor Pendidikan Indonesia
1 April 2022
20
Praktisi Mengajar
3 Juni 2022
21
Dana Abadi Perguruan Tinggi
27 Juni 2022
22
Transformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri
7 September 2022
23
Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia
27 Februari 2023
24
Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
28 Maret 2023
25
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
8 Agustus 2023
26
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi
29 Agustus 2023
Sejarah perkembangan konsep
Konsep Merdeka Belajar ala Nadiem Makarim terdorong karena keinginannya menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa dibebani dengan pencapaian skor atau nilai tertentu.[2]
Pokok-pokok kebijakan Kemendikbud RI tertuang dalam paparan Mendikbud RI di hadapan para kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, Jakarta, pada 11 Desember 2019.
Ada empat pokok kebijakan baru Kemendikbud RI, yaitu:
Ujian Nasional (UN) akan digantikan oleh Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Asesmen ini menekankan kemampuan penalaran literasi dan numerik yang didasarkan pada praktik terbaik tes PISA (Programme for International Student Assesment). Berbeda dengan UN yang dilaksanakan di akhir jenjang pendidikan, asesmen ini akan dilaksanakan di kelas 5, 8, dan 11. Hasilnya diharapkan menjadi masukan bagi sekolah untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya sebelum peserta didik menyelesaikan pendidikannya.
Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan diserahkan ke sekolah. Menurut Kemendikbud, sekolah diberikan keleluasaan dalam menentukan bentuk penilaian, seperti portofolio, karya tulis, atau bentuk penugasan lainnya.
Penyederhanaan Rencana pelaksanaan pembelajaran. Menurut Nadiem Makarim, ini cukup dibuat satu halaman saja. Melalui penyederhanaan administrasi, diharapkan waktu guru dalam pembuatan administrasi dapat dialihkan untuk kegiatan belajar dan peningkatan kompetensi.
Dalam penerimaan peserta didik baru, sistem zonasi diperluas (tidak termasuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)[butuh definisi]). Bagi peserta didik yang melalui jalur afirmasi dan prestasi, diberikan kesempatan yang lebih banyak dari sistem PPDB.[butuh rujukan] Pemerintah daerah diberikan kewenangan secara teknis untuk menentukan daerah zonasi ini.[3]
Nadiem menciptakan kebijakan "Merdeka Belajar" sebagai tanggapan atas hasil penelitian PISA 2019 yang menunjukkan prestasi pendidikan di Indonesia yang berada di urutan 74 dari 79 negara. Nadiem membuat gebrakan penilaian dalam kemampuan minimum dalam beberapa area, termasuk literasi, numerasi, serta survei karakter. Ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa di berbagai bidang pendidikan.[4]
Platform Merdeka Mengajar
Platform Merdeka Mengajar adalah anjungan atau platform teknologi untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya. Platform Merdeka Mengajar berfungsi untuk menunjang penerapan Kurikulum Merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan sumber acuan/referensi, inspirasi dan pemahaman dalam penerapan Kurikulum Merdeka.[5]