Dahulu ia dianggap sebagai morf warna bermata putih dari populasi burung merbah corok-corok ( P. simplex ) di Kalimantan yang bermata merah, terutama karena morf bermata putih sebenarnya dari P. simplex ada di luar Kalimantan. Namun analisis genetik menunjukkan bahwa populasi burung bermata putih di Kalimantan secara genetik berbeda dengan P. simplex dan berkerabat dekat dengan P. cinereifrons di Palawan di Filipina, sedangkan populasi burung bermata merah di Kalimantan memiliki kekerabatan paling dekat. hingga P. simplex bermata putih dari daratan Asia Tenggara, meskipun masih memerlukan pengakuan sebagai subspesies atau bahkan spesies terpisah. Berbeda dengan burung mengubah corok-corok Kalimantan, burung merbah mata-putih juga lebih terbatas habitatnya, kebanyakan hidup di hutan perbukitan tua .[1][2][3]
Referensi
12Sheldon, Frederick H.; Lakim, Maklarin; Rahman, Mustafa Abdul; Moyle, Robert G.; Lim, Haw Chuan; Shakya, Subir B. (2019). "A cryptic new species of bulbul from Borneo". Bulletin of the British Ornithologists' Club. 139 (1): 46–55. doi:10.25226/bboc.v139i1.2019.a3. ISSN0007-1595.