Pada musim panas 1947, ketika plester alabaster di bagian dalam mausoleum dilepas, para ilmuwan mendapat kesempatan untuk mempelajari arsitektur bangunan tersebut secara menyeluruh. Berdasarkan penelitian, mausoleum ini hampir berbentuk persegi, dengan ukuran bagian dalam 4,47 × 4,40 m. Dindingnya dibuat dari bata kecil yang dibakar berukuran 21 × 21 × 2,5 cm menggunakan ganchkhok.[4]
Mausoleum ini dihiasi bata bakar dengan gaya khas arsitektur periode Samaniyah. Bagian depan terdiri atas tiga bagian dengan sebuah bingkai. Fasad dan kedua sisinya dibuat dari bata kecil. Ayat-ayat Al-Qur’an dalam tulisan kufi terukir pada bingkai Ravak. Terdapat pagar ukir berbentuk lengkung di atap, dan bata pada pilar disusun berpasangan dalam gaya “ganda”. Dinding samping dan belakang tidak memiliki ornamen. Kubah bagian dalam bertumpu pada lengkungan bersisi delapan (5 kolom bata) dengan sebuah dasar. Bagian atasnya dibuat dari bata berukuran 26,5 × 26,5 × 5 cm. Mausoleum ini telah mengalami beberapa kali renovasi (tahun 1960–70-an) sehingga kehilangan sebagian bentuk aslinya. Bangunan ini dibedakan oleh proporsi arsitektural yang jelas serta pola yang ringkas.[1]
Di kedua sisi pintu masuk (dinding selatan) Mausoleum Mir Said Bakhrom, berdiri pilar oktagonal dari bata bakar berukuran 21 × 21 × 2,5 cm. Pola papan catur pada bata tersebut memberikan kesan bertekstur dan mempertegas permainan cahaya dan bayangan pada pilar. Pilar semacam ini merupakan ciri khas arsitektur Mausoleum Samaniyah. Bentuk serupa juga terdapat di sekitar lengkungan pintu masuk, tetapi di sini ukurannya lebih kecil dan lebih tipis, lebarnya hanya 10,5 cm, dan dibuat dari bata setengah bakar. Ornamen papan catur tersebut mencakup lengkung relief lebar dengan meander berpotongan serta bujur sangkar yang dihubungkan oleh garis.[1]
Mausoleum Mir-Sayid Bakhrom kehilangan tampilan aslinya akibat berbagai renovasi. Dahulu terdapat sebuah bukit alami di sisi barat mausoleum yang dikelilingi oleh pemakaman Mir-Sayid Bakhrom, tetapi saat ini di lokasi tersebut berdiri sebuah restoran. Di sisi timur mausoleum terdapat Masjid Mir-Sayid Bakhrom, kini menjadi bagian taman dan lapangan. Bukit, makam, dan masjid tersebut dihancurkan dan diratakan pada masa pemerintahan Uni Soviet. Di luar mausoleum terdapat empat pilar batu dekoratif besar (tinggi 1 m, dasar 50 × 50 cm) dan satu pilar kecil (tinggi 50 cm, dasar 25 × 25 cm) yang diyakini berasal dari pilar serambi Mir-Sayid Bakhrom.[5] Mausoleum ini mengalami restorasi besar pada tahun 1976,[3] sementara bangunan sekitar dan pemakaman dihancurkan. Pada 1985–1990, taman bermain anak dibangun di sisi selatan dan timur mausoleum (di lokasi bekas masjid yang dihancurkan). Sebuah bioskop musim panas berkapasitas 140 kursi, sekolah musik anak-anak, dan sekolah olahraga anak-anak juga dibangun di sebelah taman tersebut.[6]
Status Situs Warisan Dunia
Situs ini dimasukkan ke dalam Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO pada 18 Januari 2008 dalam kategori Budaya.[2] Pada tahun 2023, mausoleum ini akhirnya ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia sebagai bagian dari daftar “Jalur Sutra: Koridor Zarafshan-Karakum”.[7]
Neilsen, V. A. (1950). Мавзолей Мир-Сeид-Бахром в Kermine [Mir Seid Bakhrom Mausoleum in Kermin]. Материалы по истории и теории архитектуры Узбекистана [Materials on the history and theory of architecture of Uzbekistan] (dalam bahasa Rusia). Moscow: Publishing House of the Academy of Architecture of the USSR. hlm.52–57.
Hotamov, A.; Bekniyozov, N. (2007). Karmana — qadimiy diyor[Karmana — an ancient land] (dalam bahasa Uzbek). Tashkent: Oʻzbekiston.