Sejarah
Pembangunan Masjid Wahyu Al-Hadi dimaksudkan agar seluruh kegiatan Islami, seperti Pendidikan Agama dan Moral Islam bagi masyarakat Kotawaringin Timur terpusat di masjid ini. Hal ini dijelaskan oleh Bupati Kotawaringin Timur yang menjabat kala itu, yakni Drs. HM. Wahyudi K. Anwar.
Pembangunan Masjid Wahyu Al-Hadi ini mulai dilakukan pada tahun 2004. Pembangunannya memerlukan waktu hingga 6 tahun yakni antara tahun 2004 hingga tahun 2010. Proses peresmian masjid ini dilakukan pada Jumat, 24 September 2010, tepatnya pada akhir masa jabatan Drs. HM. Wahyudi K. Anwar yang menjabat sebagai Bupati Kotawaringin Timur pada masa itu, meskipun saat itu keseluruhan pembangunan masjid belum rampung sepenuhnya. Pada saat peresmiannya, beberapa mubaligh kondang turut diundang untuk memeriahkan suasana bahagia tersebut seperti KH. Gymnastiar (AA Gym) dan KH. Zainuddin MZ (Alm.).
Pada tahun 2011, proyek pembangunan kembali ditambah dan membutuhkan dana sekitar Rp8 miliar yang diambil dari dana APBD Kabupaten Kotawaringin Timur. Pembangunan tambahan tersebut dilakukan untuk membangun 2 tempat wudhu khusus jamaah pria dan wanita, kemudian pemasangan kusen pintu dan jendela yang didatangkan langsung dari Jepara. Selain itu, beberapa ornamen kaligrafi yang sangat detail juga turut dihiaskan pada bagian interior masjid, serta pengecatan seluruh bangunannya dirampungkan. Proses penyempurnaan bangunan masjid ini memerlukan waktu sekitar 4 bulan, yakni dari tanggal 26 Agustus hingga tanggal 23 Desember 2011.[1]