Masjid Nusantara adalah lembaga sosial dan keagamaan di Indonesia yang bergerak di bidang pembangunan, renovasi dan pemberdayaan masjid, terutama di wilayah pelosok dan daerah dengan keterbatasan sarana ibadah. Organisasi ini berfokus pada pengembangan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.[1]
Legal Formal
Secara hukum, Masjid Nusantara terdaftar sebagai lembaga sosial dengan aspek legalitas sebagai berikut: [1]
Akta Notaris: Zulhijah Arni SH., M.Kn., No. 1 Tanggal 03 April 2012
SK Kemenkumham RI: No. AHU.5247.AH.10.04 Tahun 2012
SKT Dinsos Jawa Barat: No. 062/15/PPSKS/20/2024
Sejarah
Pendirian dan perkembangan awal
Masjid Nusantara resmi didirikan pada 3 April 2012 yang berdasarkan Akta Pendirian organisasi[2]. Pada masa awal operasionalnya, organisasi ini berfokus pada pembangunan dan renovasi infrastruktur ibadah di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah pelosok dan wilayah dengan akses terbatas terhadap fasilitas masjid.
Pada 16 Juni 2015, Yayasan Masjid Nusantara memperkenalkan program Mobile Masjid, yaitu layanan tempat ibadah bergerak menggunakan kendaraan yang dimodifikasi untuk mendukung pelaksanaan sholat di ruang publik dan wilayah yang belum memiliki akses memadai terhadap sarana ibadah[3].
Pada 2020, Yayasan Masjid Nusantara menyelesaikan pembangunan masjid ke-100, yaitu Masjid Taman Surga Daarul Fatah yang berlokasi di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Pada 2021, Yayasan Masjid Nusantara mengembangkan program Jelajah Masjid Nusantara, sebuah program dokumentasi yang menyoroti pembangunan dan kondisi masjid di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. Program tersebut melibatkan Adhin Abdul Hakim dan ditayangkan melalui platform televisi digital[4].
Pada 2022, Yayasan Masjid Nusantara menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia atas pembangunan Masjid Taman Surga Al-Barokah 99 di Kabupaten Garut dalam waktu 99 jam.
Program dan Layanan
Program-program Yayasan Masjid Nusantara terbagi menjadi Masjidku Kokoh, Masjidku Nyaman, Masjidku Makmur, serta Mobile Masjid yang menyediakan layanan sarana ibadah bergerak di ruang publik dan kegiatan tertentu[5].
Masjidku Kokoh dan Masjidku Nyaman
Program ini mencakup pembangunan masjid baru, rehabilitasi bangunan masjid, serta penyediaan sarana pendukung ibadah di wilayah dengan keterbatasan fasilitas keagamaan.
Masjidku Makmur
Selain pembangunan fisik, Yayasan Masjid Nusantara juga menjalankan program pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar masjid melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan dan dukungan kesejahteraan jamaah.
Mobile Masjid
Mobile Masjid merupakan layanan tempat ibadah bergerak yang menggunakan kendaraan minibus yang telah dimodifikasi dengan fasilitas penunjang ibadah, termasuk tempat wudhu dan perlengkapan sholat. Program ini beroperasi di ruang publik dan wilayah dengan keterbatasan akses terhadap masjid permanen.
Program kemanusiaan
Yayasan Masjid Nusantara turut menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi wilayah terdampak bencana alam dan krisis sosial, termasuk distribusi bantuan pangan, layanan kesehatan darurat, serta penyediaan akses air bersih.
Pada 2024, Yayasan Masjid Nusantara mengoperasikan layanan Mobile Masjid sebagai posko ibadah dan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana galodo di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Layanan tersebut dilengkapi fasilitas tempat wudhu dan digunakan untuk pelaksanaan ibadah jamaah di lokasi pengungsian[6].
Organisasi ini juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang di Sumatera Utara dan Sumatera Barat melalui distribusi kebutuhan pokok dan bantuan darurat[7].
Yayasan Masjid Nusantara juga terlibat dalam sejumlah misi kemanusiaan internasional untuk Palestina melalui kolaborasi dengan Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), termasuk partisipasi dalam program Global Sumud Flotilla yang bertujuan membuka akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza[8].
Kolaborasi dan Mitra
Dalam pelaksanaan programnya, Yayasan Masjid Nusantara menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga sosial, filantropi dan institusi lainnya.
Beberapa kolaborasi yang pernah dilakukan antara lain bersama Rumah Zakat Indonesia dalam kegiatan seminar strategi kemandirian lembaga umat[9], serta kerja sama dengan Cinta Quran Foundation dalam program pembangunan 99 masjid dan gerakan wakaf[10].
Di wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, organisasi ini terlibat dalam proyek pembangunan tempat ibadah bersama BSI Maslahat[11]. Selain itu, Yayasan Masjid Nusantara juga bermitra dengan Majelis Taklim XLSMART dan Indosat Ooredoo Hutchison dalam program pemberdayaan marbot serta pembangunan infrastruktur masyarakat[12].
Apresiasi dan Penghargaan
Pada 2022, Yayasan Masjid Nusantara memperoleh penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia atas pembangunan masjid dalam waktu 99 jam di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dampak dan Cakupan Organisasi
Hingga Desember 2024, Yayasan Masjid Nusantara melaporkan telah membangun 236 masjid dan merenovasi lebih dari 1.530 masjid di berbagai wilayah Indonesia[13].
Organisasi ini juga menjalankan program penyediaan sarana penunjang ibadah, termasuk pembangunan fasilitas tempat wudhu, toilet, serta distribusi perlengkapan masjid di sejumlah daerah.
Wilayah kerja Yayasan Masjid Nusantara mencakup berbagai daerah pelosok, kawasan terdampak bencana, serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia[14].
Struktur Organisasi
Yayasan Masjid Nusantara dipimpin oleh Muhammad Irvan sebagai Dewan Pembina dan Pras Purworo sebagai Direktur Utama.
Kantor Pusat
Kantor pusat Yayasan Masjid Nusantara berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat.
Referensi
12"Tentang Kami". Masjid Nusantara (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-24.
↑"Tentang Kami". Masjid Nusantara (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-24.