Masjid ini berbentuk persegi berukuran 40 x 40 meter, yang berdiri di atas tanah wakaf seluas satu hektare.[4]
Sejarah
Menurut Abdul Baqir Zein dalam bukunya yang berjudul Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia, pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Rajo Kacik pada tahun 1800. Pada awalnya lokasi masjid ini berada di kawasan tanah berlumpur,[5] kemudian karena kian lama dikhawatirkan akan terbenam,[4] pada tahun 1942 masjid ini dibangun kembali tidak jauh dari lokasi tersebut, yaitu di lokasi masjid ini berdiri sekarang.[6][7]
Orang-orang yang pertama kali mengurus masjid baru itu adalah Saura Dalib, Arif Tuanmu Marajo, Thaib Karimajaro dan Abdul Karim.