Masangankulon adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa ini merupakan bagian dari kawasan Masangan yang terbagi menjadi dua wilayah administratif, yaitu Masangankulon di bagian barat dan Masanganwetan di bagian timur.
Sejarah
Nama Masangan diperkirakan telah ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Timur. Dalam Prasasti Kancana berangka tahun 782 Saka atau 860 Masehi yang dikeluarkan oleh Raja Rakai Kayuwangi dari Kerajaan Medang, disebutkan nama I Pamasangan sebagai salah satu desa yang hadir sebagai saksi penetapan status sima untuk Desa Bungur Lor.[1][2]
Wilayah Masangan diperkirakan berkembang sebagai kawasan pertanian di daerah delta Sungai Brantas yang menjadi penyangga wilayah pesisir Jawa Timur sejak masa kerajaan-kerajaan kuno hingga Kerajaan Majapahit. Seiring perkembangan penduduk dan administrasi wilayah, kawasan Masangan kemudian terbagi menjadi dua desa, yaitu Masangankulon di bagian barat dan Masanganwetan di bagian timur.
Pada masa kolonial Hindia Belanda, masyarakat desa sebagian besar bekerja di sektor pertanian, terutama padi dan tebu. Setelah kemerdekaan Indonesia, perkembangan permukiman meningkat seiring pertumbuhan kawasan metropolitan Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.
Geografi
Desa Masangankulon terletak di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Desa ini berada di kawasan dataran rendah yang didominasi permukiman dan lahan pertanian.
Luas wilayah Masangankulon sekitar 2,03 km² atau sekitar 5,39% dari total luas Kecamatan Sukodono.[3]
Ekonomi
Perekonomian masyarakat Masangankulon didominasi oleh sektor perdagangan, usaha kecil menengah, jasa, dan pertanian. Sebagian penduduk juga bekerja di kawasan industri dan perkotaan sekitar Sidoarjo dan Surabaya.