Raden Adipati Aria Martanagara, atau Marta Negara, (9 Februari 1845–2 September 1926) adalah seorang Bupati kesepuluh Kabupaten Bandung. Ia adalah menak dari Sumedang yang merupakan anak dari Bupati R.A. Kusumahdilaga dan Raden Tejamirah.
Kehidupan awal
Martanagara merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Adapun keempat kakaknya sudah meninggal lebih dulu ketika keempatnya masih belum berusia dua tahun. Pada usia balita, Martanagara dirawat oleh pamannya, R. Adipati Surianagara dan disunat di pendopo Kabupaten Sumedang.[7]
Pada akhir tahun 1857, Ia sempat tinggal di rumah Raden Saleh untuk sekolah dan sempat pindah sekolah ke Semarang. Di tahun 1859, ia kembali ke Batavia.[8]
Karier politik
Sebelum dan pada masa jabatannya sebagai Bupati Bandung, Ia memimpin sejumlah proyek pembangunan sejumlah infrastruktur. Proyek pertama yang ia pimpin adalah pembangunan jembatan Bayabang semi-permanen yang terbuat dari bambu yang menghubungkan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat di tahun 1890.[9] Pembangunan jembatan permanen ini dilanjutkan oleh Wiranatakusumah V sebagai Bupati Cianjur di tahun 1917 dan selesai sesudah Martanagara wafat atau beberapa waktu sesudah September 1926. Namun, jembatan ini hilang karena Bayabang sudah terendam Waduk Cirata.[2]
Sebelum menjadi Bupati Bandung, Martanagara pernah menjadi Patih untuk Afdeeling Mangunreja di tahun 1883 berdasarkan Besluit №18 per tanggal 29 April 1883.[10]
Martanegara mula-mula diminta oleh Asisten Residen Mangunreja yang bernama Revenswal pada bulan Mei 1893. Revenswaal meminta Martanagara menjadi Bupati Bandung untuk menggantikan R.A. Kusumahdilaga yang wafat pada bulan April yang lalu.[10]
Ia menyetujui proposal pembangunan sekolah khusus perempuan yang diajukan oleh Raden Dewi Sartika, yang kemudian berdiri pada 16 Januari 1904.[11]
Gelar
Martanagara, 9 Februari 1845
Raden Martanagara
Raden Aria Martanagara, mulai dari 12 Februari 1892[10]
↑Kraus, Werner (8 Oktober 2018). Vogelsang, Irina (ed.). Raden Saleh dan Karyanya. Diterjemahkan oleh Setiadi, Hendarto; Effendi, Suchjar. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm.114.
Arifianto, Bambang (27 September 2022), "Martanagara, Bapak Pembangunan Bandung", Pikiran Rakyat
Ekadjati, Edi S.; Hardjasaputra, A. Sobana; Anggawisastra, Ade Kosmaya; Masduki, Aam (1994), Empat Sastrawan Sunda Lama, Jakarta Pusat: Direktorat Jenderal Kebudayaan