Biografi
Marian Oleś lahir pada 8 Desember 1934 di Gmina Miastkowo, Polandia. Pada masa kecil, ia diasingkan dari Polandia dengan keluarganya oleh Soviet dan mereka tinggal di Siberia, Persia dan India, dan pendidikan awalnya dilakukan di India dan Inggris.[1]
Ia ditahbiskan menjadi imam pada 9 Juli 1961.
Ia bergabung dengan penugasan diplomatik Takhta Suci dan penugasan pertamanya dilakukan di Ekuador, Indonesia, Iran, dan Portugal. Ia kemudian menjalani sepuluh tahun di Roma untuk bekerja di Kongregasi untuk Para Uskup.[1]
Pada 28 November 1987, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi Uskup Agung Tituler Ratiaria dan Pro-Nunsius Apostolik di Irak dan Kuwait. Ia menerima penahbisan episkopal dari Yohanes Paulus pada 6 Januari 1988.
Ia menjabat di Bagdad, Irak, bertepatan dengan bulan-bulan terakhir Perang Iran-Irak dan, setelah periode damai yang singkat, Perang Teluk.[1]
Pada 9 April 1994, Yohanes Paulus mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Kazakhstan, Kirgizstan, dan Uzbekistan.[2] Ia juga menjadi Nunsius Apostolik pada 28 Desember 1996 untuk Tajikistan.[3]
Paus Yohanes Paulus mengunjungi Kazakhstan saat Oleś menjadi nunsius disana.[4]
Pada 11 Desember 2001, Yohanes Paulus mengangkatnya menjadi nunsius apostolik untuk Makedonia dan Slovenia.[5]
Oleś mengakhiri penugasannya sebagai nunsius pada Mei 2002 setelah pelantikan Giuseppe Leanza untuk menggantikannya di Makedonia dan Slovenia.
Tiga tahun kemudian, Uskup Agung Marian Oleś meninggal dunia pada 24 Mei 2005, di Warsawa dalam usia 70 tahun, setelah 44 tahun menjadi imam dan 18 tahun menjadi uskup. Ia dikebumikan di Pemakaman Powązki, Warsawa.[6]