Karier klub
Pada usia 16 tahun, Fortuné menjalani masa uji coba bersama klub Prancis, Rennes. Namun, dia tidak ditawari kontrak dan memutuskan untuk bergabung dengan klub divisi bawah, Angoulême. Fortuné kemudian menembus tim utama Angoulême pada musim 1999–2000 dan mengawali kariernya dengan baik. Dia mencetak tiga gol dalam sepuluh penampilan hingga akhir musim. Pada akhir musim 2000–01, dia membantu Angoulême promosi dari Championnat de France Amateur ke Championnat National, kasta ketiga sepak bola Prancis. Penampilannya terus meningkat pada musim 2001–02 dengan mencetak dua belas gol dalam 34 pertandingan. Berkat performa tersebut, berbagai media mulai mengaitkannya dengan sejumlah klub Ligue 1.
Lille
Pada musim panas 2002, Fortuné bergabung dengan klub Ligue 1, Lille. Namun, dia mengalami kesulitan karena lebih sering dimainkan sebagai gelandang kiri daripada posisi favoritnya sebagai penyerang. Kondisi tersebut, ditambah rentetan cedera, membuat performanya menurun dan menjadi salah satu periode terberat dalam kariernya. Dia mengalami cedera pada penampilan keduanya bersama Lille sehingga harus absen selama satu bulan. Setelah kembali bermain, dia kembali mengalami cedera yang membuatnya menepi selama enam minggu berikutnya. Pada satu-satunya musimnya bersama Lille, Fortuné hanya tujuh kali menjadi starter dan sembilan kali tampil sebagai pemain pengganti dengan gagal mencetak satu gol pun.
Dipinjamkan ke Rouen
Pada musim panas 2003, Fortuné dipinjamkan ke klub Ligue 2, Rouen, selama musim 2003–04 dengan opsi pembelian permanen. Kesempatan baru ini membuat performanya kembali meningkat. Awalnya dimainkan sebagai gelandang sayap kanan, dia berhasil mencetak gol dalam tiga penampilan pertamanya, sehingga kembali dipercaya bermain sebagai penyerang. Dia menutup musim dengan torehan sepuluh gol dalam 34 pertandingan Ligue 2.
Brest
Pada Juli 2004, Fortuné menandatangani kontrak dengan klub Ligue 2, Stade Brestois. Dia memulai musim sebagai pemain sayap kanan dalam formasi tiga penyerang. Bersama Brest, dia membantu tim finis di peringkat kesembilan liga serta melaju hingga babak perempat final Piala Prancis. Sepanjang musim, dia mencetak sepuluh gol dalam 33 pertandingan Ligue 2 dan mulai menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa.
Utrecht
Pada Juli 2005, Fortuné bergabung dengan FC Utrecht yang berkompetisi di Eredivisie Belanda. Dia kembali dimainkan sebagai pemain sayap dan tampil cukup baik. Namun, performanya menurun setelah sahabat sekaligus rekan setimnya, David Di Tommaso, meninggal dunia. Selama membela Utrecht, Fortuné mencetak total tiga belas gol dalam 56 pertandingan di semua kompetisi. Pada bursa transfer Januari musim berikutnya, dia mulai mencari peluang untuk kembali ke Prancis karena merasa tidak nyaman berada di Belanda.
Nancy
Setelah dua musim di Eredivisie, Fortuné kembali ke Prancis dan bergabung dengan AS Nancy pada Januari 2007. Dia mengawali kariernya dengan baik dengan mencetak enam gol dalam 17 pertandingan Ligue 1 pada musim pertamanya. Namun, pada musim 2007–08, performanya menurun drastis dan dia gagal mencetak gol, sehingga lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti. Dia mengakhiri musim dengan tujuh gol dari 38 pertandingan, sebagian besar sebagai pemain cadangan. Musim ketiganya bersama Nancy tidak jauh berbeda. Dia hanya tampil dalam 24 pertandingan dan mayoritas masuk pada babak kedua sebagai pemain pengganti. Pada musim tersebut, dia hanya mencetak dua gol di Ligue 1. Fortuné mulai merasa tidak betah di Nancy, tetapi gagal mendapatkan kepindahan pada bursa transfer musim panas. Pada paruh pertama musim 2008–09, pelatih Pablo Correa kembali lebih sering memainkannya sebagai pemain pengganti, meskipun beberapa klub Liga Utama Inggris terus memantau perkembangannya.
Dipinjamkan ke West Bromwich Albion
Pada bursa transfer Januari 2009, Fortuné bergabung dengan West Bromwich Albion dengan status pinjaman hingga akhir musim 2008–09. Dia menjalani debut dalam kemenangan kandang 3–0 atas Middlesbrough dan langsung mencetak gol setelah membelokkan tembakan rekan setimnya, Robert Koren, ke dalam gawang. Dalam waktu hanya lima bulan, Fortuné menjadi salah satu pemain favorit para pendukung klub. Dia mencetak lima gol dalam 18 penampilan serta berkontribusi dalam terciptanya sejumlah gol lainnya. Meskipun baru bergabung pada Januari 2009, dia berhasil meraih penghargaan Pemain Terbaik Pilihan Suporter West Bromwich Albion.
Celtic
Pada 9 Juli 2009, Fortuné bergabung dengan klub Liga Utama Skotlandia, Celtic dengan nilai transfer sebesar £3,8 juta. Dia mencetak gol pertamanya di liga pada 22 Agustus 2009 dalam kemenangan 5–2 atas St Johnstone di Celtic Park. Sementara itu, gol pertamanya di kompetisi Eropa tercipta pada 18 Desember 2009 dalam hasil imbang 3–3 melawan Rapid Wina di Liga Eropa UEFA.
Secara keseluruhan, masa baktinya di Celtic tidak berjalan sesuai harapan. Nilai transfer yang tinggi serta produktivitas gol yang kurang memuaskan membuat kiprahnya di klub Glasgow tersebut sering dianggap sebagai salah satu cerminan kegagalan era kepelatihan Tony Mowbray. Setelah Neil Lennon ditunjuk sebagai pelatih baru, Fortuné tidak lagi masuk dalam rencananya. Dia akhirnya menjalani pertandingan terakhirnya bersama Celtic saat menghadapi mantan klubnya, FC Utrecht, di Liga Eropa UEFA.
Kembali ke West Bromwich Albion
Pada 27 Agustus 2010, Fortuné kembali bergabung dengan West Bromwich Albion secara permanen. Dia mencetak gol pertamanya pada periode keduanya di klub tersebut pada 23 Oktober 2010 dalam kemenangan 2–1 atas Fulham. Selanjutnya, pada 1 Februari 2011, dia juga mencetak gol penyama kedudukan dalam hasil imbang 2–2 melawan Wigan Athletic di kandang.
Pada November 2011, Fortuné dipinjamkan ke Doncaster Rovers selama lima minggu. Dia menjalani debut dalam hasil imbang tanpa gol melawan Watford di Stadion Keepmoat. Sepekan kemudian, dia mencatat assist pertamanya bersama klub dengan mengirim umpan kepada Billy Sharp untuk mencetak gol kemenangan atas Southampton yang saat itu memimpin klasemen. Fortuné kemudian mencetak gol pertamanya untuk Doncaster dalam kekalahan 1–2 dari Birmingham City.
Pada 20 Desember 2011, West Bromwich Albion memanggil kembali Fortuné bersama dua pemain pinjaman lainnya karena krisis cedera yang dialami tim. Setelah kembali, dia mulai lebih sering mendapatkan kesempatan bermain. Pada 4 Februari 2012, dia tampil sebagai starter dan mencetak gol pembuka dalam kekalahan 1–2 dari Swansea City. Fortuné dilepas oleh West Bromwich Albion setelah kontraknya berakhir pada penghujung musim 2012–13.
Wigan Athletic
Pada 5 Juli 2013, Fortuné menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan juara bertahan Piala FA, Wigan Athletic. Dia menjalani debut pada 3 Agustus 2013 sebagai pemain pengganti pada menit ke-74 saat Wigan menang 4–0 atas Barnsley di Oakwell. Dalam pertandingan tersebut, dia langsung mencatat dua assist, termasuk umpan yang menghasilkan gol keempat yang dicetak Shaun Maloney. Gol pertamanya untuk Wigan tercipta pada 10 November 2013 dalam kemenangan tandang 1–0 atas Yeovil Town di Huish Park.
Coventry City
Pada September 2015, Fortuné menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan Coventry City.
Southend United
Pada 29 September 2016, setelah menjalani masa trial yang sukses, Fortuné menandatangani kontrak berdurasi empat bulan bersama Southend United. Dia mencetak gol pertamanya untuk klub tersebut pada 4 Oktober 2016 dalam kemenangan 1–0 atas Leyton Orient pada ajang Trofi EFL.
Pada 16 Januari 2017, Fortuné memperpanjang kontraknya dengan Southend hingga akhir musim 2017–18.
Chesterfield
Pada 3 Agustus 2018, Fortuné bergabung dengan klub Liga Nasional Inggris, Chesterfield. Dia menjalani debut sehari kemudian sebagai pemain pengganti di babak kedua dalam kemenangan 1–0 atas Ebbsfleet United. Dia meninggalkan klub pada akhir musim setelah mencetak tujuh gol dalam 29 penampilan.
La Louvière Centre
Pada 29 September 2020, Fortuné menandatangani kontrak dengan klub Divisi 1 Nasional Belgia, UR La Louvière Centre. Dia pensiun sebagai pemain pada 2021 dan kemudian bergabung dengan staf kepelatihan klub tersebut.