Desa Mappesangka pernah menjadi Ibu Kota Kecamatan Ponre Tahun 1975-1977. Namun pada tahun 1977, Ibu Kota Kecamatan Ponre kembali ke Lonrong (Desa Pattimpa). Desa Mappesangka merupakan Desa Induk dari pemekaran Desa Turu Adae pada tahun 1990. Desa Mappesangka mempunyai 5 (lima) dusun tetapi pada tahun 2002 terbentuk 2 (dua) dusun yaitu Dusun Maccope dan Dusun Salo Siduppae menjadi 7 (tujuh) dusun sampai sekarang.[3]
Kondisi Geografis
Desa Mappesangka memiliki luas wilayah 68,62km2. Jarak antara Desa Mappesangka dari pusat pemerintahan Kecamatan Ponre adalah sekitar ± 60km, sedangkan jarak dari ibu kota Kabupaten Bone sekitar ± km. Secara geografis, Desa Mappesangka merupakan daerah dataran rendah dan pegunungan dengan ketinggian 1035-1100 mdpl dengan kuantitas curah hujan 2000–3000mm/tahun dengan suhu udara rata-rata 15°-30°C.
Secara administratif, batas Desa Mappesangka dapat dilihat sebagai berikut.
Batas Wilayah Desa Mappesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone 2016[4]
Batas
Wilayah
Sebelah Utara
Desa Turu Adae
Sebelah Selatan
Desa Poleonro
Sebelah Timur
Desa Mallinrung
Sebelah Barat
Desa Salebba
Kondisi Demografis
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Mappesangka dipimpin oleh seorang kepala desa dengan jumlah penduduk sebanyak 2.678 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 1.251 jiwa dan perempuan sebanyak 1.427 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 732 KK.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Desa Mappesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone, 2016[4]
No
Jenis Kelamin
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Persentase (%)
1.
Laki-laki
1.251
46,71
2.
Perempuan
1.427
53,29
Jumlah
2.678
100,00
Pertumbuhan penduduk menurut jenis kelamin laki-laki dengan jumlah 1.251 jiwa dengan persentase 46,71%. Sedangkan untuk pertumbuhan penduduk perempuan dengan jumlah 1.427 jiwa dengan persentase 53,29%.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia di Desa Mappesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone, 2016[5]
No.
Kelompok Umur (Tahun)
Jumlah
Persentase (%)
1.
0-4
161
6,01
2.
5-9
174
6,49
3.
10-14
195
7,28
4.
15-19
255
9,52
5.
20-24
217
8,10
6.
25-29
246
9,19
7.
30-34
249
9,30
8.
35-49
372
13,90
9.
50-54
193
6,83
10.
55-59
318
11,87
11.
>60
298
11,13
Jumlah
2.678
100,00
Berdasarkan jumlah penduduk menurut kelompok usia, didominasi oleh golongan umur berkisar antara 15-19 tahun dengan jumlah 255 jiwa (9,52%) dan 20-24 tahun dengan jumlah 217 jiwa (8,10%). Hal ini menujukkan bahwa tingginya usia produktif di Desa Mappesangka cukup tinggi.
Keadaan Penduduk Berdasarkan Pendidikan
Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Desa Mappesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone, 2016[6]
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah (Orang)
Persentase (%)
1.
SD
639
43,03
2.
SMP/MTS
361
24,31
3.
SMA/MA
317
21,35
4.
D1-D3
62
4,17
5.
S1-S3
106
7,14
Jumlah
1.485
100,00
Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone sebagian besar adalah petani. Sebagian lagi bermata pencaharian sebagai tukang batu/tukang kayu, Pegawai Negeri Sipil (PNS), sopir, dan pedagang.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian di Desa Mappesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone, 2016[5]
No.
Mata Pencaharian
Jumlah (Orang)
Persentase (%)
1.
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
71
10,84
2.
Pedagang
53
8,10
3.
Petani/Peternak
451
68,85
4.
Buruh Tani
25
3,82
5.
Tukang Kayu/Tukang Batu
35
5,34
6.
Sopir
20
3,05
Jumlah
655
100,
Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana di Desa Mappesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone, 2016[5]
No.
Jenis Sarana dan Prasarana
Jumlah (Unit)
1.
Kantor Desa
1
2.
Kantor BPD
1
3.
Kantor Polisi
1
4.
TK
6
5.
SD
3
6.
SMP
1
7.
SMK
1
8.
Masjid/Musollah
6
9.
Puskesmas
1
10.
Pustu/Posyandu
5
11.
Pasar
1
12.
Pemakaman/TPU
3
13.
Lapangan Sepak Bola
5
14.
Lapangan Bola Voli
4
15.
Lapangan Takraw
3
16.
Lapangan Bulu Tangkis
1
17.
Lapangan Tenis Meja
1
18.
Wisata Kebun Jeruk
1
19.
Pos Kamling
5
20.
Peternakan Ayam
3
Kondisi Wilayah Desa Mappesangka
Kondisi wilayah Desa Mappesangka merupakan daerah yang cukup potensial untuk dijadikan daerah perkebunan dan pertanian dengan komoditas yang beragam, hal ini disebabkan karena kondisi lahan yang subur dan cukup baik untuk komoditas seperti tanaman padi, jagung, kakao, sayur mayur, dan cengkih.