Mayoritas penduduk desa mamuya memiliki pekerjaan sebagian besar adalah Petani Kopra, Pala, Coklat dan Cingke yang dapat menunjang pertumbuhan Ekonomi masyarakat. serta sebagian juga memiliki pekerjaan sebagai Nelayan, buruh untuk tambang pasir galian C yang berada di desa Mamuya.
Desa Mamuya memiliki kekayaan Alam yang besar yakni, Potensi Desa tambang pasir Galian C yang dapat memberikan kontribusi besar bagi pendapatan Desa (PAD) dan membantu pertumbuhan pembangunan desa melalui Potensi Desa yang langsung dikelola oleh Pemerinta Desa Mamuya. Bahasa lokal yang digunakan adalah Bahasa Galela dan terus diwarisakan ke generasi seterusanya sebab menjadi warisan dari para leluhur bahasa Galela, dan ini juga diikat dengan kekuatan adat istiadat setempat yang begitu kental dan terus dipelihara sampai saat ini.
Penganut Agama di desa Mamuya adalah Islam dan Kristen dengan terus menjaga persatuan dalam saling menghargai sesama anak bangsa yang sangat menjunjung tinggi kebebasan memeluk agama di Indonesia. Walaupun pada Tahun 1999 pernah terjadi konflik yang mengandung SARA tetapi saat ini kehidupan saling menghargai telah berhasil di bangun kembali.
By. Yabin K.
Referensi
↑"K", "Yabin" (29 Maret 2025). "Jurnal Penelitian". Dafit Bringan, Agustinus Pati, Alfon Kimbal. Diakses tanggal 29 Maret 2025.