Sebelum Desa Malum dimekarkan pada tahun 2006 wilayah ini masih merupakan sebuah dusun. Ada dua dusun yang menjadi pusat pemukiman warga masyarakat pada waktu itu, yakni Dusun Lae Merempat dan Dusun Mbinanga Neur yang berjarak sekitar 4 Km dari Dusun Lae Merempat dan menjorok ke arah bukit. Wilayah administrasi kedua dusun ini masih bergabung dengan desa Tanjung Mulia yang pada saat itu dipimpin oleh seorang kepala desa yang bernama Tom Angkat yang juga sebagai pembuka kampung. Pusat pemerintahan desa pada saat itu berada di Dusun Nanjombal dan saat ini telah dipindahkan ke Desa Mbinalun.
Jalan desa yang ada di desa Malum, dulunya adalah jalan Logging yang pernah beroperasi di wilayah tersebut pada tahun 80-an. Praktik penebangan kayu, turut serta melibatkan masyarakat dari suku Pakpak luar desa atau warga Batak perantau dari daerah asal Toba. Hingga akhirnya sebagian pekerja tersebut ada yang memutuskan untuk tinggal sekaligus membuat pemukiman secara menetap.
Sejarah Desa Malum
NO
TAHUN
PERISTIWA BAIK
PERISTIWA BURUK
1
1983
Perusahaan Kayu Membuka jalan untuk melangsir kayu dari hutan
`2
1998
Jalan desa di Aspal sep.3 Km Masih Kab.Dairi
3
2002
Kelompok Saparatis GAM dari Aceh menyasar/melarikan diri masuk ke desa, warga Malum mengungsi
4
2004
Dampak gempa dan tsunami Aceh merusak bangunan SD dan rumah warga
5
2006
Pemekaran Desa
6
2007
Pemilihan Kepala Desa Pertama dan Peresmian Desa
7
2008
Program PNPM Masusdcdk Desa Membangun Jembatan Penghubung Dusun
8
2011
Program PNPM Lingkungan Masuk Desa Membangun 2 Unit PLTMH
9
2013
Pemilihan Kepala Desa Periode ke 2 (Dua) Terpilih Pendi Solin
10
2014
Angin Puting Beliung Merusak 30 Rumah Warga
11
2015
Longsor Menutupi 85% badan jalan penghubung dusun Mbinanga Neur dan Merusak 1 unit Jembatan
12
2019
Program Listrik Masuk Desa Sesuai Program Pemerintahan Presiden Jokowi
Pada awal 2019 terjadi wabah yang melanda dunia termasuk di Indonesia yaitu COVID 19 yang mengakibatkan terhambatnya di bidang pembangunan Desa
13
2021
Pemilihan Kepala Desa Periode Ke Tiga (Tiga), Terpilih Arifin Bancin, S.Kom
Kondisi Umum Desa
A. Geografis
Secara geografis Desa Malum berada pada kordinat 024.02.3” LU dan 098 07’ 11.2” BT. Terletak pada ketinggian 408 m dari atas permukaan laut. Desa seluas 73,40 Km2 ini dikelilingi kawasan hutan lindung yang termasuk dalam kawasan Register 66. Dibandingkan dengan luas kecamatan secara keseluruhan, luas desa ini mencakup 15,49% dari luas wilayah kecamatan yang mencapai ± 473,62 Km2. Dengan suhu rata-rata 23-32°C dengan curah hujan 1700–1900mm/tahun.Desa Malum berada diperbatasan antara Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi NAD. Batas-batas sebagai berikut:
v Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Mbinalun.
v Sebelah Barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Aceh Singkil
v Sebelah Utara berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Dairi
v Sebelah selatan berbatasan dengan Dusun Buluh Didi Desa Tanjung Mulia
Jarak desa Malum dengan:
Ibukota Propinsi Sumatera Utara : 210 Km
Propinsi NAD Kota Sebulussalam : 24 Km
Ibukota Kabupaten Pakpak Bharat : 54 Km
Ke Kecamatan Sitellu Tali Urang jehe : 26 Km
Lahan di desa Malum terdiri dari lahan kering sebesara 98,8% dan lahan basah atau persawahan sebesar 12%
Tabel 1 PERUNTUKAN LAHAN
NO
LAHAN SAWAH
LUAS
LAHAN KERING
LUAS
1
Irigasi Tekinis
0km
Bangunan
40km
2
Irigasi setengah teknis
1,01km
Kebun Karet
50km
Kebun Gambir
100km
Kebun Sawit
150km
3
Alur Sungai
7.80
Pertanian Linya
18km
4
Kosong
12,59km
Jumlah
8,81km
Jumlah
64,59km
Sumber data profil Desa tahun 2021
Demografi
Agama
Mayoritas penduduk Desa Malum memeluk agama Islam.