Desa Malenos Baru memiliki sejarah dalam perjuangan rakyat Sulawesi Utara dan bangsa Indonesia karena di desa inilah tempat terjadinya kesepakatan perdamaian antara Permesta dengan Pemerintah Pusat (TNI).[1]
Desa ini terbentuk pada tanggal 10 Agustus 1961 yang merupakan desa yang terbentuk dari perpindahan wilayah dan penduduk dari desa Malenos.
Geografi
Jarak desa Malenos dari pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan kira-kira 3km.
Penduduk
Mayoritas mata pencaharian penduduk Desa Malenos Baru adalah petani dan produk perkebunannya berupa kelapa, cengkih, gula merah dan cap tikus.
Desa Malenos Baru terdiri dari 4 Golongan Gereja yaitu GMIM, KGPM, GPdi dan Advent(GMAHK).