Kelurahan in Kalimantan Timur, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kelurahan in Kalimantan Timur, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Dahulu, sekitar tahun 1970 di daerah Jawa, pemerintah mengadakan program transmigrasi untuk memindahkan penduduk Jawa ke daerah-daerah yang belum padat penduduknya. Pada masa itu, kepemimpinan Presiden Soeharto menjadi tonggak pelaksanaan transmigrasi. Tahun tersebut menjadi momentum di mana pemerintah menyebar penduduk ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. Kalimantan dipilih karena masih minim penduduk dan didominasi oleh hutan lebat.[4]
Akibat program transmigrasi, penduduk Jawa banyak bermukim di Kalimantan, khususnya di Desa Makroman. Saat ini, mayoritas penduduknya sangat kental dengan budaya suku Jawa. Pada masa awal transmigrasi, akses ke Desa Makroman terbatas karena belum ada jalan darat langsung dari Samarinda. Masyarakat harus menyeberangi sungai untuk mencapai desa tersebut.[4]
Seiring berjalannya waktu, khususnya sekitar tahun 1990, akses ke Makroman menjadi lebih mudah dengan hadirnya jalan darat. Perkembangan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat untuk bepergian. Selama berada di Makroman, para pendatang dari Jawa aktif mendirikan fasilitas umum, seperti masjid, sekolah dasar, klinik, balai desa, dan lain sebagainya, yang turut berkontribusi dalam membangun komunitas lokal.[4]
Sejarah versi 2
Makroman berasal dari bahasa arab “Al Mukarom” yang artinya dimuliakan atau dihormati.[5]
Belakangan kata itu menjadi “makroman”,Sebuah Harapan agar orang yang tinggal dikelurahan itu hidupnya mulia Kelurahan Makroman Merupakan salah satu tempat tujuan transmigran Di Kalimantan Timur yang datang dari pulau Jawa,khususnya Jawa Tengah,Jawa Timur dan Jawa Barat. Rombongan pertama datang pada 1955 yang terakhir 1973[5]
Makroman dulunya merupakan bagian dari desa sambutan hingga pada saat para transmigran yang berasal dari Jawa di Desa Sambutan semakin banyak dan semakin padat ,akhirnya sekitar tahun 1959an desa sambutan dimekarkan menjadi Desa Makroman yang masyarakatnya sangat kental dengan budaya Jawa.
sekitar tahun 1982 rombongan 9 dan 10 memisahkan diri dari desa Makroman dan menamai desa mereka Desa Sendang sari atau sekarang yang dikenal dengan nama Kelurahan Sindangsari[6]
Ditahun 1990an hingga 2000an pemukiman di Makroman semakin padat karena semakin banyak pendatang yang datang dimakroman untuk mencari nafkah dan membangun rumah di Makroman.
Dimasa itu akses menuju Desa Makroman bisa ditempuh melalui jalur darat yang saat itu masih jalan tanah yang dipenuhi oleh pepohonan dan hutan. dan melalui jalur sungai Mahakam lewat dermaga atau pelabuhan Pulau atas.
Batas wilayah
Batas-batas wilayah kelurahan Makroman adalah sebagai berikut:
Pada Tahun 2010 Hingga sekarang Kelurahan Makroman Masuk Di Kecamatan Sambutan
Dusun
Makroman memiliki 6 dusun yang tersebar disemua wilayah Makroman
1.Dusun Majenang terdiri dari 6 RT (03,04,05,17,19 dan 27)
2.Dusun Lestari terdiri dari 4 RT (01,02,20, dan 21)
3.Dusun Wonosari terdiri dari 5 RT (06,07,08,22 dan 24)
4.Dusun Margomulyo terdiri dari 4 RT (09,10,18 dan 25)
5.Dusun Sidorejo terdiri dari 4 RT (11,12,13 dan 26)
6.Dusun Purwobinangun terdiri dari 4 RT (14,15,16 dan 23)
Walaupun kebanyakan masyarakatnya dari Dusun-Dusun Di Makroman beretnis Jawa,Namun warga dari Dusun-Dusun tersebut memiliki logat dan gaya bahasa yang berbeda.
Seperti dusun Majenang dan Lestari yang masyarakatnya menggunakan logat Banyumasan yang menggunakan konsonan kata dominan “A”, Masyarakat dari kedua dusun ini kebanyakan berasal dari beberapa daerah Di Jawa Tengah dan sebagian kecil berasal dari daerah di Jawa Barat
Masyarakat yang berasal dari Dusun Wonosari,Margomulyo,Sidorejo Dan Purwobinangun sebagian warganya menggunakan logat Ngoko dan krama. Ngoko terdengar agak kasar sedangkan Krama terdengar lebih halus
Masyarakat dari keempat dusun tersebut berasal dari beberapa daerah Di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Rombongan
Rombongan 6 = Dusun Majenang dan Dusun Lestari
(Eks wilayah Makroman) Rombongan 9 = Sindangsari luar
(Eks wilayah Makroman) Rombongan 10 = Sindangsari dalam
↑{{cite web |url=https://samarindakota.go.id/wilayah/kelurahan/makroman/monografi
|Lurah =Eka Putra Jaya, S.E<ref>"Personil Keluran". Situs Resmi Kelurahan Makroman Pemerintah Kota Samarinda. Pemerintah Kelurahan Makroman. Diakses tanggal 30 Januari 2024.
↑"Monografi - Kelurahan Makroman". Situs Resmi Kelurahan Makroman Pemerintah Kota Samarinda. Pemerintah Kelurahan Makroman, Kota Samarinda. Diakses tanggal 30 Januari 2024.