Magnolia stellata atau dikenal juga sebagai star magnolia, merupakan tumbuhan berbentuk perdu dari famili Magnoliaceae. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim sedang di wilayah Jepang, tepatnya Honshu selatan-tengah.[1] Nama ilmiah Magnolia stellata pertama kali dipublikasikan oleh botanis Philipp Franz von Siebold pada tahun 1872.[2] Bunganya besar dan mencolok, berwarna putih atau merah muda, mekar di awal musim semi, sebelum daunnya mekar. Magnolia stellata diterima sebagai spesies tersendiri dalam monografi Hunt pada tahun 1998.[3]
Deskripsi
Magnolia stellata adalah tumbuhan perdu berbunga berukuran sedang yang tumbuh lambat atau pohon kecil yang biasanya tumbuh dengan mahkota bundar dan sering ditanam sebagai semak piramidal besar bertangkai banyak. Semak ini tumbuh setinggi 1,5 hingga 2,5 meter (5 hingga 8 kaki)[4] dan menyebar hingga mencapai lebar 4,6 meter (15 kaki) saat dewasa. Tanaman muda menunjukkan pertumbuhan oval tegak, tetapi tanaman menyebar dan menggumpal seiring bertambahnya usia.
Ia terkenal karena ukurannya yang ringkas dan mekarnya bunga putih berbentuk bintang dari akhir musim dingin hingga awal musim semi. Karena bunga terbuka lebih awal, mereka rentan terhadap kerusakan akibat embun beku. Ini adalah magnolia peluruh yang paling awal berbunga. Di musim dingin, kuncup bunga muda muncul dan akan menghasilkan gugusan bunga putih harum berukuran 3 hingga 4 inci dengan 12 hingga 18 tepal. Setelah berbunga, ia akan menghasilkan buah seperti kerucut yang berisi biji besar. Saat buah seperti kerucut matang di akhir musim panas, mereka akan pecah dan memperlihatkan biji berwarna oranye terang. Daunnya muncul lonjong dengan warna perunggu, berubah menjadi hijau sedang hingga tua selama bulan-bulan musim panas, dan kuning di musim gugur.[5]
Spesies Magnolia stellata dapat ditemukan tumbuh liar di beberapa bagian Teluk Ise di Honshu bagian tengah, pulau terbesar di Jepang, pada ketinggian 50 hingga 600 meter (160 hingga 1.970 kaki). Tumbuh di tepi sungai dan di daerah lembap berawa bersama tanaman berkayu lainnya seperti Enkianthus cernuus, Corylopsis glabrescens var. gotoana, dan Berberis sieboldii. Nama genusnya, Magnolia, diambil untuk menghormati Pierre Magnol, seorang ahli botani Prancis dari abad ke-17. Sedangkan stellata merujuk pada bunganya yang berbentuk bintang.[5]
Kegunaan
Pohon atau semak berbunga ini dapat ditanam untuk menghiasi halaman rumput, fondasi, pembatas semak, atau tepi hutan. Ia juga dapat ditanam sebagai pagar tanaman informal yang tinggi.[6]