Desa Madobag merupakan salah satu pusat wisata budaya utama di Siberut Selatan yang dikenal dengan pelestarian adat istiadatnya, Seperti keberadaan sikerei dan tradisi tato tertua di dunia. pada tahun 2021, madobag dinobatkan sebagai salah satu desa dari 50 desa wisata dalam ajang Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) kategori desa adat.
selain potensi budaya, desa ini memiliki objek wisata alan unggulan bernama air terjun Kulu Kubuk,. Air terjun bertingkat dua dengan tinggi 70 meter.[1] yang menjadi simbol keharmonisan alan dan budaya di Madobag.
Transportasi
Untuk menuju Madobak, bisa melalui Sungai Rereget dan membutuhkan waktu tempuh 3 jam.[1] selain sungai Rereket, Desa Madobag sekarang sudah bisa di akses melalui jalan darat sepanjang kurang lebih 20 Km dari Desa Muara SIberut dengan jarak tempuh normal sekitar 1 jam menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat. meskipun beberapa titik jalan Trans Mentawai di wilayah ini masih di laporkan dalam kondisi rusak[2][3]
Galeri Budaya
Sikerei berlatih memanah dengan busur dan panah beracun.
Proses meramu racun pada mata anak panah untuk berburu.
Sikerei sedang memproses kulit kayu untuk dijadikan pakaian tradisional.
Pengumpulan tanaman hutan untuk bahan pengobatan tradisional.
Ulat sagu, salah satu sumber pangan protein tradisional di Madobag.
Pemanfaatan daun sagu untuk kebutuhan atap dan peralatan memasak.
Pajangan tengkorak hewan buruan di dalam Uma sebagai simbol spiritual.