MTI Pasia merupakan salah satu Madrasah di bawah Persatuan Tarbiyah Islamiyah yang meliliki akreditasi A berdasarkan No SK: 104/BAN-PDM/SK/2024.[1]
Sejarah
Gedung Lama PP MTI Pasia
Sebelum mendirikan MTI Pasia, Buya Husin Amin menjadi guru di sebuah sekolah agama di Pasia setelah memperoleh ijazah dari Syekh Sulaiman ar-Rasuli. Namun setelah diselidiki, corak keagamaan di sekolah tersebut tidak sejalan dengan ajaran yang dipegang oleh ulama Kaum Tua di Minangkabau. Syekh Sulaiman akhirnya menyarankan kepada Haji Muhammad Amin, ayah Buya Husin, untuk mendirikan MTI di Pasia. MTI Pasia kemudian didirikan pada 5 Januari 1937.[1]
Haji Muhammad Amin yang juga seorang pedagang besar saat itu, menindaklanjuti saran Syekh Sulaiman dengan membangun Kampus I MTI Pasia yang terdiri 3 ruangan kelas dan 2 ruangan guru.
Dengan bangunan yang sederhana, proses belajar pertama di MTI Pasia dibantu langsung oleh Syekh Sulaiman dengan memindahkan sebanyak 20 orang santri MTI Canduang yang berasal dari Minangkabau dan beberapa daerah lain seperti Jambi, Riau dan Bengkulu untuk menjadi santri pertama di MTI Pasia di bawah pimpinan Buya Husin.
Buya Husin memimpin MTI Pasia sampai tahun 1964. Karena faktor kesehatan yang melemah, pimpinan MTI Pasia dilanjutkan oleh anak tertua, Buya Awiskarni.
Kampus PP MTI Pasia
Di bawah pimpinan Buya Awiskarni, MTI Pasia sudah mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dari segi perluasan gedung dan jumlah santri. Pada tahun 1995, Gedung Kampus I MTI Pasia sudah tidak sanggup menampung jumlah santri sehingga muncul perencanaan untuk membangun bangunan MTI Pasia yang lebih luas.
Rencana ini didukung oleh Buya Alfisal Husin, adik Buya Awiskarni, seorang mubalig dan pembimbing jamaah haji. Dengan relasi yang dimiliki oleh Buya Alfisal Husin, sehingga proses pembangunan gedung Kampus II MTI Pasia yang kini terdiri 4 lantai di dekat Lapangan Pitalo Pasia selesai dibangun pada tahun 2000 dan Kampus I MTI Pasia dialihfungsikan menjadi asrama santriwati.
Kampus II PP MTI Pasia
Tahun 2018 Buya Awiskarni mulai menambah 2 bangunan baru, 1 gedung kampus II MTI Pasia dan 1 gedung Asrama Putra. Bangunan ini nantinya akan dipergunakan untuk proses belajar mengajar.
Daftar Pimpinan
MTI Pasia mengalami beberapa pergantian kepemimpinan. Daftar pengasuh MTI Pasia sejak 1937 ialah sebagai berikut.[2]
Program studi yang berlaku di MTI Pasia sama dengan yang diterapkan oleh MTI Canduang dan MTI-MTI lainnya, yakni program Tarbiyah selama tujuh tahun diiringi dengan program Tsanawiyah pada kelas II-IV Tarbiyah dan Aliyah pada kelas V-VII Tarbiyah. Kurikulum yang dipakai adalah perpaduan antara kurikulum dari kitab-kitab kuning dengan kurikulum dari Kementerian Agama Republik Indonesia.[3][4]
Kurikulum
Karakteristik
Penjelasan
Catatan
Kurikulum Terpadu
Mengintegrasikan kurikulum pondok pesantren (pendidikan Islam tradisional) dengan kurikulum madrasah (pendidikan umum).
Fokus Kitab Kuning
Berfokus pada kajian mendalam kitab-kitab kuning (tafaqquh fi al-dīn), yang merupakan tradisi yang dipertahankan sejak tahun 1937.