MJTV bermula dari keinginan Jawa Pos Group mendirikan sebuah stasiun televisi untuk melayani Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya pada tahun 2008, bernama Malioboro TV (dinamakan dari Jalan Malioboro) dan ada di bawah PT Malioboro Media Televisi.[4] Saat itu, Malioboro TV direncanakan akan ada di bawah pengelolaan Radar Jogja[5] dan bekerjasama dengan JTV yang berbasis di Surabaya. Namun, Malioboro TV gagal mendapatkan kanal 44 UHF yang diraih oleh ADiTV. Sempat juga membangun pemancar di Patuk, Gunungkidul dan mengujicoba siaran di 52 UHF pada 5 Desember 2009, tetapi hanya bertahan seminggu akibat masalah legalitas.[6]
Beberapa waktu kemudian, Malioboro TV memutuskan pindah ke Magelang demi mencari frekuensi baru, dan namanya menjadi MBO TV (Mendut Borobudur Televisi, diambil dari nama candi Borobudur dan candi Mendut). Perusahaannya juga diganti namanya menjadi PT Malioboro Media Televisi Magelang (sampai saat ini). Mengklaim mendapat dukungan masyarakat Magelang, MBO TV mengajukan izinnya ke KPID Jawa Tengah pada 28 Januari 2009[7] dan izinnya baru diproses di bulan Agustus 2011.[8] Sempat mengujicoba siaran di kanal 56 UHF, tetapi kemudian MBO TV kembali menghilang kabarnya.[9]
Akhirnya, MBO TV kembali mengajukan izin siaran pada tahun 2016 dan mendapat IPP Prinsip pada tahun tersebut.[10] Pihak MBO TV menyatakan mereka mengusung acara berkonsep Magelangan, yakni menggali, meramu dan menayangkan program berbasis orisinalitas lokal.[11] Siaran MBO TV akhirnya muncul pada 2017,[12] dengan program awalnya merelai Jawa Pos TV Jakarta.
MBO TV kemudian mulai menyiarkan acara lokalnya pada November 2017.[13][14] Pada tahun 2018, namanya diganti kembali menjadi Magelang TV dan kini menjadi Magelang Jateng TV, seiring adanya upaya MJTV meluaskan siaran ke Semarang pada 2021.[15]