LCROSS yang didesain untuk mengamati bulan, mengalami malafungsi sejak tahap atas roket Centaur menabrak kawah Cabeus dekat kutub selatan bulan. LCROSS mengalami malafungsi pada tanggal 22 Agustus yang membuatnya melepaskan setengah bahan bakarnya dan meninggalkan sedikit sekali sisa bahan bakar di wahana antariksa. Pendaratan keras di bulan berlangsung dengan sukses pada tanggal 9 Oktober 2009.
LCROSS adalah kendaraan track cepat berbiaya rendah yang menemani misi LRO. Muatan LCROSS ditambahkan setelah NASA memindahkan LRO dari Delta II ke kendaraan peluncur luar angkasa yang lebih besar. Pilihan ini dilakukan setelah memilih dari 19 pilihan lainnya. Misi LCROSS didedikasikan untuk penyiar Amerika, Almarhum Walter Cronkite.
LCORSS diluncurkan dengan LRO di atas roket Atlas V dari Cape Canaveral, Florida pada 18 Juni 2009. Pada tanggal 23 Juni, LCROSS dan roket pendorong Centaur secara sukses melakukan penerbangan melingkar menuju bulan dan memasuki orbit kutub bumi dengan periode 37 hari, memposisikan LCROSS untuk pendaratan keras di kutub bulan.
Pada dini hari tanggal 22 Agustus 2009, panel pengendali LCROSS di bumi menemukan anomali akibat masalah sensor, yang menghasilkan kebakaran terhadap 140kg bahan bakar, lebih dari setengah sisa bahan bakar sebelumnya.
Pendaratan keras di bulan, setelah melakukan sekitar tiga kali kali orbit, terjadi pada tanggal 9 Oktober 2009. Tim misi memutuskan bahwa kawah Cabeus A akan menjadi target untuk pendaratan LCROSS. Namun direvisi bahwa LCROSS akan melakukan pendaratan di kawan utama Cabeus.
Pada pendekatan akhir, wahana antariksa dan roket Centaur dipisahkan pada tanggal 8 Oktober. Roket Centaur berfungsi sebagai roket penabrak bulan untuk menciptakan debu material bulan yang beterbangan di atas permukaan bulan. Sekitar 4 menit sebelum pendaratan keras, LCROSS terbang melalui debu tersebut, mengumpulkannya dan mengirimkan data ke bumi. Kecepatan penabrakan direncanakan sebesar 9000km per jam, tetapi kenyataannya, tabrakan mencapai kecepatan di atas 10000km per jam berdasarkan kalkulasi. Tabrakan Centaur diharapkan mampu mengangkat material bulan sebesar 350 ton dan menciptakan kawah berdiameter 20 meter dengan kedalaman 4 meter. Kebanyakan material bulan yang beterbangan masih tersisa di bulan pada ketinggian di bawah 10km.
Diharapkan, analisis spektrum dari debu yang dihasilkan dari tabrakan tersebut mampu membantu mengkonfirmasi penemuan dari misi Clementine dan Lunar Prospector yang menunjukkan keberadaan air berupa es di wilayah yang secara permanen terhalang dari sinar matahari. Tabrakan tersebut diamati oleh obervatorium di bumi dan Observatorium Luar Angkasa Hubble.
Hasil
Perumpamaan
Foto pemisahan LCROSS Centaur (Dampak - 9 jam 40 menit, 9 Oktober 2009)[2]
Gambar inframerah dekat pemisahan LCROSS Centaur seperti yang terlihat dari Pesawat Luar Angkasa LCROSS Shepherding
Gambar inframerah tengah (warna palsu) dari pemisahan LCROSS Centaur (merah→panas, biru→dingin)
Gambar STK (Satellite Tool Kit) dari pesawat ruang angkasa LCROSS setelah pemisahan Centaur