Limbah rumah tangga merupakan bahan sisa yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Contoh limbah rumah tangga adalah sampah, baik organik maupun anorganik, detergen, kotoran, dan asap hasil pembakaran. Limbah yang paling banyak diproduksi rumah tangga adalah sampah. Pembuangan sampah yang tidak teratur dapat menyebabkan pencemaraan air, udara, dan tanah. Selain pembuangan sampah, pembuangan limbah mandi, cuci, dan kakus masih banyak yang dibuang ke sungai. Hal tersebut akan membuat sungai tercemar dan mengganggu kehidupan organisme yang ada di dalamnya. Limbah rumah tangga dapat mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan benar[1]
Limbah padat adalah sampah yang dihasilkan dari berbagai bahan pemenuh kebutuhan rumah tangga. Sampah ini berupa barang yang tersisa atau tidak dibutuhkan lagi. Limbah padat dibagi menjadi dua macam, yaitu limbah organik dan anorganik.
- Limbah Organik
Limbah organik merupakan sampah dari sisa makanan, seperti buah, sayuran, nasi, dan lain sebagainya. Jenis limbah ini bisa dengan mudah mengalami pembusukan dan terurai dengan sendirinya.
- Limbah Anorganik
Limbah ini dihasilkan dari bahan sisa atau bahan bekas yang sulit hingga tidak bisa diuraikan melalui proses biologis. Pembuangan secara sembarangan bisa menyebabkan masalah lingkungan. Karena itu, jenis limbah ini harus diolah dengan cara yang berbeda dari limbah organik. Jenis limbah anorganik adalah kaca, plastik, gabus sintetis, besi, dan alumunium.
Cara pengolahan dua jenis limbah ini bisa dilakukan dengan pemilahan. Antara limbah organik dan anorganik harus dipisahkan agar pengolahan lebih mudah. Limbah organik bisa dikumpulkan jadi satu untuk dijadikan pupuk. Sementara limbah anorganik bisa dipisahkan berdasarkan bahan yang nantinya bisa didaur ulang.
2. Limbah Cair
Limbah cair merupakan limbah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga seperti air bekas mandi, air bekas mencuci baju, hingga sisa makanan berwujud cair. Untuk mengolah limbah cair ini, bisa membuat saluran air kotor atau bak peresapan yang akan membantu menyaring air kotor tersebut.
3. Limbah Kotoran Manusia
Limbah kotoran manusia terdiri dari tinja dan urine. Untuk mengatasi jenis limbah ini, setiap keluarga atau rumah bisa membuat Bio Septic Tank yang memiliki alat penyaring yang baik. Selain mengurangi pencemaran, alat ini juga bisa mengurangi bau yang dihasilkan dari jenis limbah ini.
4. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Limbah B3 mencakup barang-barang seperti baterai bekas, obat-obatan kadaluarsa, cat, dan cairan pembersih berbahan kimia. Limbah ini sangat berbahaya karena dapat mencemari tanah dan air serta membahayakan kesehatan manusia. Oleh sebab itu, limbah B3 harus dibuang di tempat khusus sesuai standar pengelolaan limbah berbahaya.