Leo I, Raja Armenia (juga dikenal sebagai Leo I dari Kilikia, Leo the Magnificent, atau Leo II dari Kilikia(bahasa Armenia: ּեւոն ֱ Մեծագործ, diromanisasi: Levon I. Metsagorts; 1150 – 2 Mei 1219), tergantung pada sistem penomoran), adalah h penguasa kesepuluh Kilikia Armenia atau Kerajaan Armenia Kilikia dari tahun 1198 hingga 1219.[1] Ia merupakan anggota dinasti Rubenid dan merupakan raja pertama yang memerintah Armenia Kilikia sebagai sebuah kerajaan yang merdeka.[2]
Leo dengan bersemangat memimpin kerajaannya bersama pasukan Perang Salib Ketiga dan menyediakan para tentara salib dengan perbekalan, pemandu, hewan pengangkut, dan segala macam bantuan. Ia ditahbiskan sebagai raja pada tanggal 6 Januari 1198 atau 1199.[3]
Awal Kehidupan
Leo lahir sekitar pertengahan abad ke-12 sebagai anggota keluarga bangsawan Armenia di Kilikia, keturunan dari para pangeran dinasti Rubenid. Ia merupakan keponakan dari Pangeran Ruben III dan berhasil naik takhta setelah masa pemerintahan pamannya dan setelah serangkaian konflik internal.[4]
Ia adalah putra bungsu Stephen, putra ketiga Leo I, penguasa Kilikia Armenia. Ibunya adalah Rita, putri Sempad, Penguasa Barbaron. Ayah Leo, yang sedang dalam perjalanan untuk menghadiri perjamuan yang diadakan oleh gubernur Bizantium Kilikia, Andronicus Euphorbenus, dibunuh pada tanggal 7 Februari 1165. Setelah kematian ayah mereka, Leo dan kakak laki-lakinya Roupen tinggal bersama paman mereka.[1]
Paman dari pihak ayah mereka, Mleh I, penguasa Kilikia Armenia telah membuat banyak musuh karena kekejamannya di negaranya, yang mengakibatkan pembunuhannya oleh tentaranya sendiri di kota Sis pada tahun 1175. Para bangsawan Armenia Kilikia memilih saudara laki-laki Leo, Roupen III untuk menduduki takhta kerajaan tersebut. Roupen III mengirim Leo untuk mengepung sarang Hethum di pegunungan. Namun Bohemond III, yang bergegas menolong Hethum, secara licik menjadikan Roupen sebagai tawanan. Pada tahun 1187, ia menjadi penguasa.[5]
Pemerintahan
Leo I memerintah sebagai raja pertama Armenia Kilikia, sebuah kerajaan Kristen yang berada di wilayah yang sekarang merupakan bagian dari Turki selatan. Pada masa pemerintahannya, ia berhasil memperkuat kedudukan kerajaan Armenia Kilikia baik secara politik maupun ekonomi, serta memperluas wilayah kekuasaannya.[1]
Pada tahun 1198, Leo dimahkotai sebagai Raja Armenia dengan restu dari Kekaisaran Bizantium dan Tahta Kepausan. Penobatan ini menandai perubahan status Armenia Kilikia dari kepangeranan menjadi kerajaan yang diakui secara internasional. Ia mempererat hubungan dengan negara-negara Eropa, terutama selama dan setelah Perang Salib.
Hubungan Diplomatik dan Militer
Leo I dikenal karena kemampuannya menjaga keseimbangan antara kekuatan besar di sekitarnya, termasuk Bizantium, Kesultanan Ayyubiyah, dan negara-negara Perang Salib. Ia menjalin perjanjian dagang dan aliansi dengan negara-negara Latin di Timur Dekat serta berperan penting dalam menyediakan bantuan logistik dan militer bagi para tentara salib.[1]
Keluarga
Leo menikah dengan Isabella dari Antioch, dan dari pernikahan ini ia memiliki beberapa anak, termasuk Isabella dari Armenia, yang kemudian menjadi penerus takhta Armenia Kilikia setelah kematian Leo.[1]
tanggal 3 Februari 1188 – 4 Februari 1189, bercerai 1206: Isabelle (? – Vahka, 1207), putri dari saudara laki-laki Sibylle, istri Bohemond III dari Antiokhia; Rita (Stephanie) (setelah 1195 – Juni 1220), istri Raja John I dari Yerusalem
tanggal 28 Januari 1210 – 27 Januari 1211: Sibylla (1199/1200 – setelah 1225), putri Raja Amalric I dari Siprus dan Isabella I dari Yerusalem. Ratu Isabella I dari Kilikia (27 Januari 1216 – 25 Januari 1217 – Ked, 23 Januari 1252).
Kematian dan Warisan
Leo I wafat pada tahun 1219. Ia meninggalkan kerajaan yang kuat dan relatif stabil. Warisannya sebagai pendiri kerajaan Armenia Kilikia yang merdeka terus dikenang dalam sejarah bangsa Armenia. Pemerintahannya dianggap sebagai masa keemasan awal bagi kerajaan tersebut sebelum konflik internal dan tekanan eksternal mulai melemahkan kedudukannya.[6]
12345Runciman, Steven (1997). A history of the crusades. Vol. 3: The kingdom of Acre and the later crusades (Edisi reprinted). Cambridge: Cambridge Univ. Pr. ISBN978-0-521-34772-3.
↑Runciman, Steven (1997). A history of the crusades. Vol. 1: The first crusade and the foundation of the kingdom of Jerusalem (Edisi reprinted). Cambridge: Cambridge Univ. Pr. ISBN978-0-521-34770-9.
↑Bakuran; Kurkjian, Vahan M. (1958). A History of Armenia (dalam bahasa Inggris). Armenian General Benevolent Union.
↑Runciman, Steven (1997). A history of the crusades. Vol. 2: The kingdom of Jerusalem and the Frankish East, 1100-1187 (Edisi reprinted). Cambridge: Cambridge Univ. Pr. ISBN978-0-521-34771-6.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.