Desa in Nusa Tenggara Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Desa in Nusa Tenggara Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Desa ini didirikan pada tahun 1814 sebelum adanya kecamatan di Narmada. Pemimpin pertama desa ini ialah Amaq Jelenteh. Nama Lembuak berasal dari cerita pengungsian keluarga Kerajaan Kahuripan (Kuripan) saat bertentangan dengan Kerajaan Karangasem Bali. Mereka membawa seekor sapi putih (lembu) yang menjadi simbol keberhasilan bercocok tanam pengungsian, yang awalnya dinamakan Lembusari. Setelah sapi putih disembelih dalam upacara syukur, nama tersebut diubah menjadi Lembuak.[1]
Demografi
Masyarakat Desa Lembuak sejak dulu mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama dengan menggunakan alat-alat tradisional yang diwariskan turun-temurun. Sebagai pendukung, mereka juga beternak sapi, itik, dan ayam. Kaum perempuan di desa ini giat berdagang dan menenun. Etos kerja yang tinggi menjadikan mereka pantang meminta-minta, sesuai dengan petuah leluhur.
Pembagian administratif
Awalnya, Desa Lembuak mencakup wilayah yang sangat luas hingga tahun 1942, ketika pemerintah Jepang memecahnya menjadi Desa Lembuak Barat dan Desa Lembuak Timur. Pada tahun 1999, desa ini dimekarkan lagi menjadi Desa Induk Lembuak dan Desa Pemekaran Nyurlembang. Desa Lembuak kini memiliki 8 dusun:
Dusun Batu Kantar
Dusun Temas
Dusun Gandari
Dusun Muhajirin
Dusun Mekar Indah
Dusun Gondawari
Dusun Lembuak Timur
Dusun Lembuak Barat
Dusun Lembuak Kebon
Dusun Telage Ngembeng
Kepemimpinan
Desa ini dipimpin oleh sejumlah tokoh berpengaruh sepanjang sejarahnya, mulai dari Amaq Jelenteh hingga pemimpin-pemimpin masa kini. Pemilihan kepala desa secara merakyat telah berlangsung sejak masa Bupati Lalu Anggrat. BA pada tahun 1961. Pemimpin terakhir yang disebut dalam sejarah ini adalah Bapak Darwilis, yang menjabat mulai tahun 2005.
Filsafat dan lambang desa
Lambang Desa Lembuak mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kesuburan, persatuan, dan tekad untuk masa depan yang lebih baik. Beberapa unsur lambang:
Bintang: Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Padi dan Kapas: Menunjukkan kesuburan dan kecukupan
Sapi Putih: Simbol ketulusan hati dan asal mula Desa Lembuak
Semboyan Tunggal Kayun: Mengandung arti tekad yang bulat dan kehendak bersama.
Desa Lembuak hingga kini terus berkembang dengan nilai-nilai tradisi, keberagaman, dan kerukunan masyarakat yang terjaga.