Lebaran ketupat adalah bagian dari serangkaian perayaan hari raya Idulfitri yang ditemui di beberapa daerah di Indonesia. Lebaran ketupat biasanya dilaksanakan seminggu setelah Idulfitri, yang artinya dirayakan pada tanggal 8 Syawal, dengan anggapan melaksanakan puasa Syawal selama enam hari terlebih dahulu. Sesuai dengan namanya, lebaran ketupat ditandai menyajikan dan memakan ketupat bersama beragam makanan lainnya.[1]
Sejarah
Mulanya, Lebaran Ketupat hanya dilakukan di Jawa saja yang dikenalkan oleh seorang wali Songo Sunan Kalijaga yang merupakan sebagai pelengkap puasa Ramadhan untuk menggenapkan perhitungan puasa satu Tahun dalam puasa sunah 6 hari dibulan Syawal, maka dari itu dilakukan lah perayaan Lebaran Ketupat sebagai hari Kemenangan telah dilaksanakannya Puasa 1 tahun.[2]
Lebaran Ketupat turut dilaksanakan di luar Jawa karena banyak dari murid-murid Wali Songo yang berada diluar Jawa seperti Kalimantan, Lombok, Sulawesi, Maluku dan lainnya.
Pandangan Islam
Lebaran ketupat, walaupun tidak memiliki dasar tuntunan dalam agama Islam, tidak dianggap bertentangan dengan syariat karena tidak memuat unsur-unsur ibadah yang sengaja dibuat-buat.[3][4] Pada hakikatnya, lebaran ketupat hanyalah bentuk perayaan dan sukacita yang diungkapkan dengan saling berbagi makanan dan bersilaturahmi setelah melaksanakan puasa sunah Syawal selama enam hari, tanpa adanya unsur ibadah tambahan seperti salat atau takbiran yang dibuat-buat.[5]
Daerah yang merayakan
Lebaran ketupat dirayakan di berbagai daerah dengan nama yang berbeda-beda, antara lain:
Jawa: Bada kupat,[6] kupatan,[7] termasuk keturunan orang Jawa berbagai daerah, seperti di Gorontalo,[8] dan orang Osing[9]