Kolaboratif antara Balai TN Babul, Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan & Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX/Sulawesi Selatan dan Tenggara
Gua ini merupakan bagian dari kompleks gua prasejarah di kawasan Maros-Pangkep yang dikenal memiliki berbagai tinggalan arkeologi, seperti lukisan dinding, alat batu, dan sisa aktivitas manusia purba.[3] Kawasan ini termasuk salah satu situs penting dalam kajian Arkeolog di Indonesia.
Selain nilai ilmiah, Leang Sapiria juga memiliki potensi sebagai objek wisata alam dan edukasi, mengingat kawasan karst Maros-Pangkep dikenal dengan bentang alam unik serta keanekaragaman hayatinya.[4]
↑Ahmad, Amran; A. Siady Hamzah (2016). Database Karst Sulawesi Selatan 2016(PDF). Makassar: Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. hlm.46.
↑Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, "Penelitian Gua Maros-Pangkep", 2020.
↑Antara News, "Kawasan Karst Maros sebagai destinasi wisata dan penelitian", diakses 2026.