Lavrentiy Pavlovich Beria (bahasa Georgia: ლავრენტი პავლეს ძე ბერია, Lavrenti Pavles dze Beria; bahasa Rusia: Лавре́нтий Па́влович Бе́рия; 29 Maret 1899–23 Desember 1953) adalah seorang politikus Soviet, Marsekal Uni Soviet, Menteri Dalam Negeri Uni Soviet, kepala keamanan Soviet dan aparatus polisi rahasiaNKVD di bawah pimpinan Joseph Stalin selama Perang Dunia II, dan Wakil Perdana Menteri pada era pasca perang dunia (1946–53).[1]
Beria adalah kepala polisi rahasia Stalin yang paling panjang umur dan berpengaruh, memanfaatkan pengaruhnya sepanjang dan sesudah Perang Dunia II.[2] Setelah Invasi Soviet ke Polandia, ia bertanggung jawab atas Pembantaian Katyn.[3] Secara simultan dia memimpin sebagian besar wilayah negara bagian Soviet dan menangani sebagai de facto Marsekal Uni Soviet dengan menjadi komandan NKVD yang bertanggung jawab mengurus operasi kelompok anti-partisan di Front Timur selama Perang Dunia 2, dan menjadi tentara pelindung dan melakukan penangkapan terhadap ribuan "pengkhianat, pembelot, penakut dan orang yang pura-pura sakit."[2] Beria mengelola ekspansi besar-besaran kamp kerja paksa Gulag dan bertanggung jawab mengawasi fasilitas tahanan rahasia bagi para ilmuwan dan insinyur yang dikenal sebagai sharashkas.
Beria menghadiri Konferensi Yalta bersama Stalin, yang akan mengenalkannya kepada Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt sebagai "Himmler Kita".[4] setelah perang, ia mengurus pengambilalihan Komunis atas lembaga-lembaga negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur penekanan politik di negara-negara tersebut. Kekejaman Beria yang tak kenal kompromi dalam tugas dan keterampilannya dalam membuahkan hasil yg memuaskan dalam mengawasi Proyek Bom Atom Soviet. Stalin memberikan prioritas yang mutlak dan proyek itu selesai dalam lima tahun.[5]