Pada 2010 kota ini memiliki tingkat pertumbuhan PDB sebesar 21%, saat itu harga batu bara tinggi dan kota ini memiliki industri batu bara yang aktif. Kota ini berencana untuk membangun distrik bisnis baru di Lüliang, dan wali kota sangat mendorong rencana tersebut. Pada 2014, PDB turun 2%. Menjelang 2015 karena kondisi ekonomi yang melambat di kota ini mengakibatkan banyak blok apartemen yang tidak berpenghuni. Pada 2015 wali kota kehilangan pekerjaannya karena korupsi.[3]