Kwäday Dän Tsʼìnchi, atau Manusia Es Kanada, adalah tubuh mumi yang ditemukan pada 1999 di Taman Provinsi Tatshenshini-Alsek, British Columbia. Radiokarbon terhadap artefak yang ditemukan bersamanya menunjukkan usia antara 300 hingga 550 tahun. Uji DNA terhadap lebih dari 240 relawan dari Champagne dan Aishihik First Nations mengidentifikasi 17 orang yang memiliki hubungan garis maternal langsung dengannya.[1]
Penemuan
Penemuan ini dilakukan oleh tiga pemburu domba, yakni Bill Hanlon, Warren Ward, dan Mike Roche pada 22 Juli 1999 ketika mereka mendapati potongan kayu berukir di atas gletser, sebuah kejanggalan bagi wilayah tanpa pepohonan. Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap tubuh manusia di dalam es. Artefak yang mereka kumpulkan diserahkan ke departemen arkeologi Yukon pada 16 Agustus.[2] Sebelum pengumuman publik, para arkeolog menginformasikan penemuan ini kepada Champagne dan Aishihik First Nations, yang kemudian memberi nama Kwäday Dän Tsʼìnchi dan turut terlibat dalam penyusunan serta pengawasan penelitian selanjutnya.[3]
Deskripsi
Sisa tubuh tersebut mengalami pemisahan setelah kematian akibat pergeseran es karena retakan termal dan longsoran gletser. Torso dengan lengan kiri dan tangan yang masih termumikan ditemukan lebih dahulu, sementara bagian tubuh bawah ditemukan beberapa meter jauhnya. Kepala, lengan kanan, dan sebagian kaki kanan hilang, meskipun rambut dengan sedikit kulit kepala serta beberapa tulang kecil ditemukan kembali.[4][3]Jaringan lunak terutama bertahan pada torso dan paha, sementara isi lambung dan kolon memberikan petunjuk penting mengenai aktivitas terakhirnya.
Pemuda tersebut diperkirakan berusia sekitar 18–19 tahun saat meninggal. Penyebab kematiannya tidak diketahui, tetapi tidak ada tanda cedera serius, sehingga hipotermia merupakan kemungkinan kuat. Ia hidup pada masa awal Little Ice Age.[5] Analisis makanan dalam saluran pencernaannya menunjukkan bahwa ia menempuh perjalanan sekitar 100 kilometer dalam tiga hari sebelum kematian, bergerak dari wilayah pesisir menuju elevasi tinggi tempat ia ditemukan. Jejak polen musim panas dalam usus besar mengonfirmasi bahwa perjalanan tersebut terjadi pada musim panas.[6]
Tes DNA
Pada tahun 2000, uji DNA mitokondria terhadap 241 relawan dari wilayah Champagne dan Aishihik First Nations menunjukkan bahwa terdapat 17 individu yang masih hidup yang memiliki hubungan kekerabatan langsung melalui garis maternal dengan Kwäday Dän Tsʼìnchi.[7] Di antara mereka terdapat Sheila Clark dan Pearl Callaghan, dua dari tujuh bersaudara. Clark menggambarkan pengalaman mengetahui hubungan tersebut sebagai sesuatu yang “sangat mengharukan” dan sulit dipercaya. Lima belas dari 17 individu tersebut mengidentifikasi diri sebagai anggota klan Wolf, sehingga sangat mungkin bahwa Kwäday Dän Tsʼìnchi juga berasal dari klan yang sama.[8]
Dalam sistem kekerabatan matrilineal yang dianut masyarakat ini, seorang anak akan mengikuti klan ibunya. Para individu yang terkait secara maternal itu terbagi hampir rata antara mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan mereka yang tinggal di pedalaman, suatu pembagian yang mencerminkan pembagian historis wilayah kelompok-kelompok masyarakat dalam komunitas mereka.[9]
↑Beattie, Owen; Apland, Brian; Blake, Erik W.; Cosgrove, James A.; Gaunt, Sarah; Greer, Sheila; Mackie, Alexander P.; Mackie, Kjerstin E.; Straathof, Dan; Thorp, Valerie; Troffe, Peter M. (2000). "The Kwäday Dän Tsʼìnchi Discovery from a Glacier in British Columbia" (PDF). Canadian Journal of Archaeology (24): 129–147.