Kurium(III) oksalat dapat terurai ketika dipanaskan. Bentuk dekahidratnya akan kehilangan air pada suhu 280°C untuk membentuk bentuk anhidrat. Ia mulai terurai pada suhu 300°C, melepaskan karbon monoksida. Pada suhu 360°C, ia membentuk Cm2(CO3)3, serta melepaskan karbon monoksida dan karbon dioksida. Pada suhu 550°C, ia membentuk suatu oksida dan mengalami oksidasi parsial di udara. Kurium(III) oksida yang dihasilkan mengandung kurium dalam bilangan oksidasi +4. Akan tetapi, beberapa literatur menunjukkan bahwa kurium(III) oksalat dapat menghasilkan spesies karbonat karena radiolisisnya sendiri, dan penguraian ini dapat terjadi pada suhu kamar. Selain itu, kurium(III) oksalat juga membentuk kurium(IV) oksida yang berwarna hitam pada suhu 500°C.[2]
Sifat fisik
Senyawa ini memiliki wujud padatan berwarna hijau terang, yang sukar larut dalam air.[2]
Kegunaan
Kurium(III) oksalat secara rutin digunakan untuk membuat kurium(IV) oksida (CmO2) melalui kurium(III) hidroksida (Cm(OH)3).[3][4]