Kunqu (崑曲; pinyin: Kūnqǔ; Wade-Giles: k'un-ch'ü), juga dikenal sebagai Kunju, Opera Kun atau Opera Kunqu, adalah salah satu bentuk opera Cina yang paling tua. Ia berkembang dari melodi Kunshan, dan mendominasi teater Cina dari abad ke-16 hingga ke-18.
Sejarah
Kunqu membanggakan sejarahnya sepanjang 600 tahun dan dikenal sebagai "guru" atau "induk" dari seratusan opera, karena pengaruhnya yang luas terhadap bentuk-bentuk teater Cina lainnya, termasuk Jingju. Bentuk opera ini muncul bersamaan dengan Zaman Keemasan kedua dari drama Tionghoa, tetapi pada awal abad ke-20 ia hampir musnah. Hal ini semakin diperparah oleh usaha-usaha yang sengaja untuk menghapuskannya pada masa Revolusi Kebudayaan.
Opera ini menampilkan dua pemeran utama (pria dan wanita), serta dibantu aktor yang berperan sebagai orang tua dan sejumlah pemeran tokoh komikal. Pertunjukan berupa tari dan nyanyi yang diiringi alat musik tiup, alat musik gesek, dan perkusi. Berbeda dari opera Beijing, opera Kunqu tidak menggunakan dialog, melainkan hanya nyanyian dibawakan dengan memadukan teknik falseto bercampur vokal natural.
Salah satu bentuk sastra dari Dinasti Ming dan Qing adalah drama chuanqi, yang berasal dari selatan. Drama yang tetap terkenal hingga sekarang termasuk Pavilyun Bunga Peony dan Kipas Persik Mekar, yang aslinya ditulis untuk pementasan Kunqu. Selain itu, banyak novel dan cerita klasik Cina, seperti misalnya Roman Tiga Kerajaan, Batas Air dan Perjalanan ke Barat sejak awal sekali telah diadaptasi ke dalam bentuk-bentuk dramatis.