Sejak kecil, Kun selalu mengikuti program percepatan dalam menempuh pendidikan formal.[5] Saat lulus dari taman kanak-kanak, ia duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar. Enam bulan setelahnya, duduk di kelas 3 dan kelas 4 sampai 6 hanya ditempuh setahun sehingga ia menamatkan sekolah dasar di usia delapan tahun. Ia melanjutkan sekolah di SMP Trunajaya II, Kramat Kwitang dan selesai dalam dua tahun—tamat pada tahun 1980. Kun meneruskan pendidikan formalnya di SMA Trunajaya. Ia mengikuti ebtanas dan menerima hasil tidak diluluskan. Ia pun kembali bersekolah Kelas 3 di SMA Negeri 3 Jakarta. Di tahun 1982, Kun berhasil menamatkan sekolah menengah atas. Pada April 1988, Kun pernah dinobatkan sebagai penerima gelar insinyur termuda di Universitas Trisakti—saat itu ia berusia 7003681200000000000♠18tahun, 238hari.[6][3] Sebagai sarjana muda, ia mengajukan skripsi dengan tajuk "Perbandingan Antara 8080 dan 8080" dan memperoleh tanda tangan khusus dari Rektor Universitas Trisakti saat itu, P.K. Haryasudirja. Pada Juli 1990, ia meraih gelar magister teknik pada program studi optoelektronika dan aplikasi laser dari Universitas Indonesia.[7] Di tahun 1999, ia berhasil meraih gelar doktor fisika dari Institut Teknologi Bandung dengan judul disertasi "Penerapan Transformasi Wavelet untuk Reduksi Spekel, Ekstraksi Ciri dan Segmentasi Citra Berdasarkan Tekstur".[8]