Awal mula keberadaan desa adat ini, yang menjadi salah satu desa adat di Kelurahan Kubu sendiri sudah ada sejak dahulu, dikatakan pada zaman Kerajaan Bangli. Para leluhur penduduk desa ini datang dari Desa Bayung Gede dan menetap sampai sekarang, sementara nama “Penglipuran” sendiri berasal dari kata Pengeling Pura yang mempunyai makna tempat suci untuk mengenang para leluhur.
Geografi
Kelurahan ini memiliki luas 4,42km² dengan presentase 7,86% terhadap luas Kecamatan Bangli. Untuk keadaan fisik terletak di kaki Gunung Batur pada ketinggian 700 meter dpl. Untuk suhu udara memiliki sekitar 18⁰C - 32⁰C.
Pada semester 1 tahun 2024, menurut Data Kementerian Dalam Negeri, Kelurahan Kubu memiliki jumlah penduduk sejumlah 4.565 jiwa. Terdapat 1.341 Kepala Keluarga (KK), perpindahan penduduk sebanyak 5 orang, serta terdapat 17 orang yang meninggal dunia. Selain itu, dirincikan penduduk menurut jenis kelamin dengan laki-laki sebanyak 2.273 jiwa dan perempuan sebanyak 2.292 jiwa.
Kemudian status pernikahan di Kelurahan Kubu di tahun yang sama, menunjukkan terdapat 1.925 jiwa yang belum menikah, 2.360 jiwa yang sudah kawin, 40 jiwa yang berstatus cerai hidup, dan 240 jiwa yang berstatus cerai mati.[5]
Penduduk kelurahan Kubu sampai dengan tahun 2016 terdiri dari 2.003 laki-laki dan 1.781 perempuan berjumlah total 3.784 jiwa dengan angka sex rationya112.[6] Kemudian, pada tahun 2010 menurut data BPS, Kelurahan ini memiliki jumlah penduduk 4.499 jiwa dengan kepadatan 1,017 jiwa/km².[7]
Ekonomi
Pada semester 1 tahun 2024, menurut Data Kementerian Dalam Negeri, Kelurahan Kubu memiliki mata pencarian penduduknya yakni belum bekerja sebanyak 974 orang, disusul dengan masih belajar ataupun mahasiswa sebanyak 822, dan paling sedikit penduduknya bermata pencarian perawat dengan 5 orang.[5]
Data Mata Pencarian Penduduk Kel. Kubu Pada Juni 2024[5]
Menurut data Kementerian Dalam Negeri semester 1 tahun 2024, sebanyak 99,4% penduduk Kelurahan Kubu menganut agama Hindu. Untuk yang beragama Islam sebanyak 0,19%, kemudian penduduk yang beragama KristenProtestan sebanyak 0,2% dan yang beragama Kristen Katolik sebanyak 0,1%. Untuk sarana rumah ibadah, terdapat 36 Pura dan 1 mushola.[5]
Data Pemeluk Agama di Kelurahan Kubu Tahun 2024[5]
Agama
Jumlah Jiwa
%
Keterangan
Islam
9
0,19%
Kristen Protestan
10
0,2%
Kristen Katolik
5
0,1%
Hindu
4.541
99,4%
Buddha
-
-
Konghucu
-
-
Kepercayaan terhadap Tuhan YME
-
-
Kelurahan Kubu
4.565
100%
Pendidikan
Pada Tingkatan pendidikan penduduk Kelurahan Kubu, kebanyakan merupakan lulusan SLTA (SMA atau SMK) sebanyak 1.193 jiwa dan yang paling sedikit yakni S3 sebanyak 1 jiwa.
Data Tingkatan Pendidikan Penduduk Kelurahan Kubu Tahun 2024[5]
Pendidikan
Jumlah Jiwa
Keterangan
Tidak/Belum Sekolah
855
Belum Tamat SD
440
Tamat SD
1.036
SLTP
551
SLTA
1.193
D1 dan D2
178
D3
50
S1
245
S2
16
S3
1
Usia Pendidikan Pelajar dan Mahasiswa yang belajar pada Juni 2024[5]
Usia Pendidikan
Jumlah Jiwa
Keterangan
Usia Pendidikan 3-4 Tahun
125
Usia Pendidikan 5 Tahun
77
Usia Pendidikan 6-11 Tahun
434
Usia Pendidikan 12-14 Tahun
212
Usia Pendidikan 15-17 Tahun
214
Usia Pendidikan 18-22 Tahun
336
Kebudayaan
Ngaben
Upacara Kematian (Ngaben) di Desa AdatPenglipuran, seperti di daerah lain di Bali, merupakan upacara untuk mengembalikan Roh orang yang meninggal. Menurut kepercayaan Bali, arwah tersebut awalnya tersesat dan kemudian dikembalikan ke pura kediamannya (Merajan). Perbedaan di Desa Adat Penglipuran terletak pada ritual Ngabennya, yang menjadi salah satu keunikan dimana mayat dikubur di Setra (Kuburan Bali) terlebih dahulu, bukan dibakar langsung seperti di daerah Bali lainnya.
Tari Baris
Desa AdatPenglipuran memiliki tari tradisional yang dikenal sebagai Tari Baris. Di Desa Adat Penglipuran sendiri merupakan tarian yang langka dan memiliki peran penting dalam upacaradewa yadnya, tTari ini diiringi oleh seperangkat Gambelan Bali Gong Gede, yang dimainkan oleh Sekaa Gong Gede Desa Adat Penglipuran. Keanggotaan sekaa Baris Sakral ini diatur dalam awig-awig Desa Adat Penglipuran. Penari untuk ketiga jenis Baris Sakral telah ditetapkan, yaitu Baris Jojor dengan 12 penari, Baris Presi dengan 12 penari, dan Baris Bedil dengan 20 penari.[8]